Education

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Siswa SMKN 2 Cimahi Ciptakan Kompor Charger Handpone.




Di era modern seperti sekarang ini penggunaan gadget menjadi kebutuhan hampir setiap orang. Inilah yang mendasari pemikiran para siswa kelas XI SMKN 2 Kota cimahi, mereka menciptakan sebuah alat yang dinamakan kompor Charger.

Ide menciptakan kompor Charger ini berawal dari pengalaman mereka saat kemping di gunung, saat memerlukan listrik untuk mengisi ulang gadgetnya tak bisa dilakukan. Lalu mereka memiliki gagasan untuk menciptkan sebuah alat multifungsi, salah satu fungsinya untuk mengisi ulang baterai ponsel.

"Gagasannya saat kita kamping di gunung, pasti kesulitan untuk mengisi ulang baterai ponsel. Dan  kesulitan ini pun pasti dirasakan oleh semua orang, makanya kami mencoba membuat alat yang multifungsi ini," kata Adit Sahwara siswa SMKN 2 Kota Cimahi, saat ditemui diacara     Expo Pendidikan Teknologi. (Epitech) X, Pameran Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan se Jabar 2015 di dome Bale Rame Gedong Budaya Sabilulungan, Soreang, Selasa (20/10/15).

Berbekal ilmu pengetahuan  listrik  bisa dihasilkan dari beberapa energi, diputuskan mengubah energi panas menjadi energi listrik. Pengubahan energi panas menjadi listrik, diaplikasikan dalam bentuk kompor. Dalam praktiknya, ada beberapa fungsi dari energi listik yang dihasilkan, yakni untuk memasak, menyalakan lampu LED untuk penerangan dan juga charger ponsel.

Kompor berdimensi 25X25X25 centimeter tersebut, bisa menggunakan beberapa bahan bakar, yakni kayu bakar, arang atau parafin yang dibakar, api digunakan untuk memasak, sementara energi panas diubah menjadi energi listrik mengunakan vertiel.

Desain kompor sendiri hampir sama seperti kompor pada umumnya berbentuk kotak terbuat dari logam, namun untuk memudahkan saat dibawa, pada bagian sisinya dipasang engsel, sehingga kompor bisa dilipat. Pada bagian sisi kompor, tertempel beberapa alat elektronik, yakni vertiel sebagai pengubah energi panas menjadi listrik, alat stabilizer tegangan dan kabel.

Mufti Insani siswa kelas XI SMKN 2 Kota Cimahi menambahkan, prinsip kerja dari kompor charger tersebut adalah mengubah energi panas menjadi listrik dengan menggunakan vertiel.
"Prinsip kerja dari vertiel itu membentuk listrik dari perbedaan suhu diluar dan didalam kompor,"ujarnya.

Agar kompor ini bisa bekerja maksimal,  perbandingan suhu di luar dan di dalam kompor harus berbeda antara 30-70 derajat. Jika. Perbandingannya di bawah 30 derajat atau di atas 70derajat, maka listrik yang dihasilkan tidak akan optimal.

"Dalam kompor Charger yang kami buat, dipasang empat vertiel, setiap vertiel menghasilkan tiga volt jadi total yang dihasilkan 12 volt,"katanya.
Karena voltase untuk Charger kurang dari 12 volt, maka listrik dari vertiel dihubungkan terlebih dulu ke stabilizer sehingga tegangannya bisa dikalibrasi sesuai dengan keinginan, dalam hal ini voltase diubah menjadi 5 volt.

Mufti melanjutkan, proses pembuatan kompor charger sendiri membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Lamanya proses pembuatan dikarenakan vertiel tidak ada di Bandung,sehingga mereka memesannya dari luar kota.

Expo Pendidikan Teknologi. (Epitech) X, Pameran Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan se Jabar 2015 di dome Bale Rame Gedong Budaya Sabilulungan tersebut, diikuti oleh SMK negeri dan swasta se Jawa Barat. 

Tujuannya untuk memperkenalkan berbagai keterampilan siswa-siswi SMK di Jabar dalam berbagai ilmu pengetahuan. Pameran ini juga bertujuan untuk semakin meningkatkan daya saing lulusan SMK di dunia kerja, karena memang lulusan SMK ini dipersiapkan agar dapat dengan mudah diserap pasar kerja.Oleh : Rd Dani Rahmat Nugraha

Prabandari Pelukis Muda Berprestasi













Prabandari siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Wonogiri, Jawa Tengah dengan kegigihannya berhasil meraih juara pertama pada Lomba Cipta Seni Pelajar Tingkat Nasional tahun 2015. Keputusan meraih juara pertama tersebut telah diputuskan tiga juri yaitu A. Rikrik Kuswara, Sulistyo Budi H, dan Hartono Wibowo yang ditetapkan di Cipanas, hari Sabtu, 12 September 2015.

”Perasaan saya sangat senang sekali mendapatkan juara satu, dan saya tidak pernah membayangkan bisa meraih juara pada lomba tingkat nasional ini,” tutur Prabandari saat ditemui di lokasi acara penutupan, di Istana Presiden Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (12/09/2015).
Untuk mencapai tingkat nasional, kata Prabandari, ia sudah mencoba dua satu kali namun gagal. Pada tahun 2015 ini ia berhasil mewakili Provinsi Jawa Tengah untuk mengikuti lomba Cipta Seni Pelajar Tingkat Nasional.  ”Saya persiapkan untuk pertandingan tingkat provinsi, saya berlatih tidak setiap hari, dan setelah terpilih untuk ikut lomba tingkat nasional satu minggu terakhir dari pagi sampai pulang sekolah saya terus berlatih disekolah, ” ujarnya.

Bercerita tentang kegemaran melukis, Prabandari mengatakan bahwa ia gemar melukis sejak duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK). Ketika di TK, kata dia, pernah mendapatkan juara satu lomba melukis. ”Sejak itulah saya mulai suka dengan melukis. Saya mulai dibimbing ayah saya untuk bisa melukis yang baik, dan saya melihat ternyata melukis sangat menyenangkan sekali, ” jelas Prabandari.

Ia berharap kepada para seluruh siswa dan siswi seluruh Indonesia dapat mengikuti jejaknya meraih prestasi baik tingkat nasional ataupun internasional. Jika hal tersebut dapat dilakukan, tuturnya, maka kita dapat memberikan rasa bangga kepada orangtua, bangsa dan negara. ”Mulailah dari bawah, jangan menyerah, terus semangat, dan yakin akan kemampuan yang dimiliki, pasti akan capai apa yang kamu inginkan, dan juara menjadi tujuan utama, ” pesan Prabandari. (Seno Hartono)sumber;kemdikbud

DPRD Dorong Pemkab Biayai Siswa Berprestasi Hingga Pendidikan Tinggi.




DPRD Kabupaten Bandung mengapresiasi keberhasilan Putri Gayatri(15), siswi kelas X SMAN 1 Banjaran yang akan mewakili Indonesia di sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York Amerika Serikat. 
Ke depan diharapkan semakin banyak siswa dari Kabupaten Bandung yang mampu bisa berbicara di tingkat internasional.



Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Yayat Hidayat mengaku bangga dengan prestasi yang ditorehkan oleh Putri Gayatri. Prestasi Putri bukan hanya kebanggaan Kabupaten Bandung saja, melainkan kebanggaan Indonesia.



"Kami sangat bangga atas prestasi yang diraihnya. Dia bisa mewakili Indonesia di forum dunia internasional," kata Yayat, Minggu (13/9/2015).


Yayat melanjutkan, dengan keberhasilan Putri ini harus bisa menjadi pemicu semangat bagi anak-anak muda Kabupaten Bandung lainnya agar bisa berprestasi dan membanggakan dan mengharumkan nama keluarga, daerah dan juga bangsa.


"Keberhasilan anak Banjaran menembus forum internasional itu harus jadi pemicu semangat anak-anak muda Kabupaten Bandung lainnya. Prestasi yang dia raih itu bukan sekadar kebanggan Kabupaten Bandung saja, melainkan Indonesia. Ke depan anak muda di sini harus bisa sejajar dengan Putri," ujarnya.


Namun, kata Yayat, untuk mendorong lahirnya siswa berprestasi, peran serta pemerintah harus lebih maju lagi. Karena, kata dia, untuk melahirkan siswa berprestasi itu harus ditunjang oleh sarana dan prasarana yang memadai. 


Sarana pendidikan dengan fasilitas yang baik, memadai dan juga mendukung kemajuan siswa. Begitu juga dengan prasarana untuk siswa, seperti berbagai bantuan untuk siswa berprestasi harus lebih besar lagi.


Untungnya, lanjut Yayat, sejauh ini keberpihakan Pemkab Bandung terhadap dunia pendidikan tergolong mencukupi. Berbagai bantuan seperti beasiswa prestasi, baik di bidang akademik dan nonakademik tersedia dengan baik oleh pemerintah. 


"Tapi kalau memungkinkan, siswa berprestasi itu bisa dibiayai pendidikannya hingga jenjang kuliah. Dengan dibiayai pendidikannya setinggi mungkin, nantinya siswa ini juga bisa bekerja dan mengabdi serta memajukan daerahnya sendiri. Selain itu, dengan diberikan biaya pendidikan setinggi mungkin, bisa menjadi pemicu semangat buat anak-anak muda lainnya," katanya.


Sebelumnya diberitakan, Putri dalam Sidang Umum PBB tersebut akan merumuskan capaian atau indikator Sustainable Development Goals (SDGs) usai program Millenium Development Goals (MDGs) pada 2015 ini.


Putri memang aktif bersama Save The Children Indonesia mengampanyekan pendidikan bagi penyandang disabilitas di sekolahnya di SMPN 1 Pameungpeuk. Kerja kerasnya ini berbuah manis, sekolahnya itu kini terbuka bagi anak-anak penyandang disabilitas (sekolah inklusi).


Apalagi, upaya yang dilakukan Putri dan Save The Children ini terbantu oleh Peraturan Bupati (Perbup) Bandung, yang mengharuskan semua sekolah menerima siswa dari kalangan penyandang disabilitas. 


Sebelumnya pun Putri telah mengampanyekan hal serupa ke sejumlah kementerian dan DPR. Di hadapan anggota DPR, dia membahas sejumlah permasalahan di Indonesia terkait dengan perumusan SDGs. Termasuk permasalahan dan hak anak penyandang disabilitas.


Terpilih sebagai perwakilan Indonesia, Putri mengaku bangga. Dia berharap upayanya ini bisa mengubah kondisi pendidikan di Indonesia bagi para penyandang disabilitas dan mengurangi angka pernikahan usia muda. [hus]

sumber;inilah Bandung.

Penantian 10 Tahun, Akhirnya Tol Seroja Dilaksanakan Pembangunannya



Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono meresmikan pembangunan Jalan tol Soreang-Pasirkoja (Soroja). Groundbreaking tol Soroja dilaksanakan di sekitar Stadion Si Jalak Harupat Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung, Kamis (10/9/15).

Menteri Basuki Hadimuljono melakukan groundbreaking bersama Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Bupati Bandung Dadang M Naser serta jajarannya. Dengan ditandai raungan sirene, klakson dari sejumlah kendaraan berat.

Pembangunan jalan tol Soroja sepanjang 10,6 kilometer tersebut, menelan anggaran sebesar Rp 1,5 triliun. Proyek ini terbagi dalam 3 sesi serta memiliki 3 interchange yakni Pasirkoja, Margaasih dan Katapang serta memiliki 6 gerbang tol.

Basuki berharap pembangunan tol Soroja bisa meningkatkan pemerataan pembangunan dan perekonomian daerah khususnya wilayah Bandung Selatan. Selama ini perkembangan masih bertumpu di kawasan Bandung utara. Padahal, kawasan Bandung selatan pun memiliki potensi tak kalah untuk dikembangkan.

Pemilihan tempat groundbreaking yang berdekatan dengan Stadion Si Jalak Harupat ini, kata Basuki, karena nantinya keberadaan jalan tol ini akan menghubungkan Kota Bandung dengan venue pelaksanaan PON 2016.

"Nantinya jika telah beroperasi Tol Soroja akan menjadi urat nadi baru, penghubung Kota dan Kabupaten Bandung. Dan tentunya pengembangan ini harus didukung akses penunjang lain dari dan menuju tol Soroja. Sehingga harapan percepatan pengembangan kawasan Bandung Selatan bisa tercapai dengan maksimal,"ujarnya.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, dalam sambutannya mengatakan, pembangunan tol Soroja diharapkan dapat menjadi triger perekonomian. Karena kata dia, meski saat ini perekonomian dunia termasuk Indonesia sedang melemah namun berbagai pembangunan bisa tetap berjalan dengan baik. 

Buktinya, kata dia, di Jabar hampir setiap hari ada groundbreaking berbagai pembangunan, seperti sebentar lagi tol Cisundawu dan lainnya.

"Ini menunjukkan, meskipun saat ini perekonomian dunia termasuk Indonesia sedang melemah. Namun berbagai pembangunan, termasuk pembangunan infrastruktur tetap berjalan dengan baik,"katanya.

Mengenai pembangunan tol Soroja, pria yang akrab disapa Aher ini menyebut memiliki arti spesial bagi ia dan seluruh warga Jabar. Karena selain menghubungkan Kota dan Kabupaten Bandung, juga untuk melancarkan pelaksanaan PON 2016 Jabar. 

Seperti diketahui, Stadion Si Jalak Harupat akan dijadikan tempat pembukaan dan penutupan event olahraga nasional itu.

"Awalnya ada kendala, soalnya penginapan para atlet dan tamu lainnya di Kota Bandung. Sedangkan pembukaan dan penutupan di sini. Tapi sekarang bukan kendala lagi, karena kontraktor menjanjikan bisa selesai September 2016. Jadi bisa digunakan saat pelaksanaan PON 2016 nanti,"ujarnya.

Untuk memercepat pembangunan jalan tol ini, kata Aher, ia meminta instansi terkait, yakni Dinas Bina Marga Provinsi Jabar dan Kabupaten Bandung untuk membantu kelancaran proyek tersebut. 

"Apalagi sudah ada jaminan dari Presiden Jokowi. Untuk menangani pelemahan ekonomi ini, ada jaminan bahwa Aparat Penegak Hukum (APH) tidak akan menjadi suatu ketakutan bagi pemerintah. Baik pemerintah pusat, provinsi dan Kabupaten/kota tidak usah takut selama pekerjaannya dilaksanakan dengan baik dan benar,"ujarnya.

Bahkan, kata dia, Pemerintah Provinsi akan menandatangani kesepakatan (MoU) dengan penegak hukum. Baik Kepolisian, Kejaksaan dan lainnya karena saat ini APH juga menjadi bagian dari proses pembangunan di Indonesia.

"Jadi silakan laksanakan tender berbagai pembangunan secara aman. Jangan ada ketakutan selama dilaksanakan secara benar. Pembangunan akan berjalan lancar tanpa ketakutan,"katanya.

Bupati Bandung Dadang M Naser menambahkan, dengan dimulainya pembangunan jalan tol Soroja ini, ia dan masyarakat Kabupaten Bandung sangat bersyukur. Penantian panjang selama 10 tahun perencanaan, akhirnya terwujud. Jika telah selesai dan dioperasikan, tentunya sangat berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat.

"Setelah penantian 10 tahun ini akhirnya terwujud. Jika telah selesai geliat perekonomian masyarakat tentu semakin bergairah. Salah satunya sektor wisata di Bandung Selatan ini akan menjadi destinasi wisata unggulan, karena akses jadi lebih mudah,"katanya.

Sektor ekonomi lainnya pun, kata Dadang, tentunya akan terdorong dengan keberadaan jalan tol ini. Karena seperti diketahui, di Bandung selatan banyak potensi ekonomi bisa tumbuh lebih baik jika didorong oleh aksebilitas yang baik.

"Contohnya di Kecamatan Kutawaringin ini banyak sentra perekonomian rakyat. Begitu juga di daerah lainnya, seperti Soreang, Banjaran dan lainnya banyak potensi ekonomi yang akan bisa berkembang,"ujarnya.

Soal pengerjaan proyek lanjut Dadang, ia berharap pihak pelaksana proyek bisa menepati janjinya. Yakni 8 bulan pengerjaan.

"Kita awasi bersama proyek pembangunan ini. Termasuk janji bisa menyelesaikannya sesuai jadawal yang dijanjikannya,"katanya.

Soal masih adanyanya 10% lahan yang belum dibebaskan. Kata dia, itu tinggal menyelesaikan masalah administrasi. Termasuk penyelesaian adanya tanah wakaq dan lahan sekolah aset milik Pemkab dan juga tanah sengketa antara ahli waris pemilik.

"Sekarang administrasinya sedang diurus. Untuk pembayarannya dititip di pengadilan. Tapi warga yang belum dibayar ini tidak bisa menaikkan harga jualnya, di atas yang telah ditetapkan oleh tim aprasial. Jadi sudah tidak ada masalah lagi,"ujarnya.

Direktur PT CMLJ Bagus Medi mengatakan, pihaknya menargetkan pembangunan jalan tol tersebut selesai pada September 2016. Ia optimistis jika target tersebut dapat dicapai, karena mendapatkan dukungan dari semua pihak. Terutama dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda). Kata dia, jika telah selesai, pihaknya mengantongi masa konsesi selama 45 tahun sejak mulai dioperasikan.

"Syukur-syukur kalau dalam waktu 1 sampai 2 bulan ke depan lahannya telah 100 persen bebas. Karena memang masing ada 10% lahan yang belum dibebaskan. Nah kalau sudah dibebaskan semua, proyek pengerjaannya bisa digenjot. Sehingga tol ini bisa digunakan untuk kepentingan PON Jabar 2016 nanti," ujarnya.

Bagus melanjutkan, PT CMLJ merupakan badan usaha jalan tol yang dibentuk oleh konsorsium PT Citra Marga Nushapala Persada Tbk, (CMNP), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT Jasa Sarana setelah berhasil memenangkan tender yang ditetapkan berdasarkan surat penetapan pemenang Pelelangan Pengusahaan Jalan Tol Soroja, nomor : KU.03.01-Mn/503 yang ditandatangani Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono tertanggal 25 Juni 2015. [ito]sumber ;Inilah.soreang

Pagelaran Budaya Melanesia 2015 di NTT


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Diplomasi Budaya akan menggelar Pagelaran Budaya Melanesia 2015 di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Oktober mendatang. Festival Melanesia merupakan salah satu gelaran budaya yang menampilkan keragaman multietnis Indonesia.
 
Budaya Melanesia yang berpusat di wilayah Pasifik dan Indonesia timur sebelumnya tidak diketahui secara luas. Bukan saja bagi masyarakat Indonesia, namun juga dunia internasional.  Festival Melanesia diharapkan menjadi salah satu cara untuk menunjukan kepada dunia bahwa Melanesia kaya akan ragam budaya.
 
Pater Gregonius Neonbasu, Ahli Bidang Melanesia dari Nusa Tenggara Timur mengatakan, Melanesia merangkum tiga hal penting yaituprosperity, humanity, and solidarity. “Ini akan tersampaikan kepada dunia dan negara-negara asing yang akan datang ke Melanesia 2015,” paparnya. Dalam rapat persiapan festival Melanesia di Kantor Kemendikbud, Selasa (8/09/2015), Harry Truman Simanjuntak (Arkeolog Pusat Penelitian Arkeologi Nasional), Taufik Abdullah (Sejarawan UI), dan Multamia Lauder (Pakar Bahasa UI) turut hadir sebagai narasumber.
 
Dalam Festival Budaya Melanesia yang rencananya akan digelar di Kupang, NTT ini diharapkan semua Melanesia akan dikenal hingga ke kancah internasional. Nantinya, semua negara Melanesia (Fiji, Indonesia bagian Timur, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Vanuatu, Kaledonia Baru, dan Timor Leste) dan semua provinsi di Indonesia yang memiliki budaya Melanesia, akan mengirim delegasi untuk berpartisipasi dalam semua rangkaian acara.
 
Festival Budaya Melanesia diharapkan mampu menarik minat dari masyarakat Indonesia dan internasional, serta mengenali budaya Melanesia yang tak kalah menarik dari gelaran budaya yang banyak dipertunjukan. (Aline Rogeleonick/Sumber:kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Asas Tunjangan Profesi Guru: Tepat Sasaran,Tepat Jumlah,Tepat Waktu.


Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Sumarna Surapranata mengatakan, penyaluran tunjangan profesi guru (TPG) dilakukan empat kali dalam setahun. Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 241/PMK.07/2014 tentang Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Transfer ke Daerah dan Dana Desa.
 
Dalam PMK itu disebutkan bahwa penyaluran TPG dilaksanakan secara triwulanan atau pertiga bulan, yaitu triwulan I pada bulan Maret, triwulan II pada bulan Juni, triwulan III pada bulan September dan triwulan IV pada bulan November.
Pranata mengatakan, ada tiga asas yang menjadi pegangan pemerintah dalam menyalurkan TPG ini, yaitu tepat sasaran, tepat jumlah dan tepat waktu. 
 
“Tepat sasaran maksudnya TPG disalurkan kepada guru yang berhak, yaitu yang memenuhi persyaratan, antara lain memenuhi 24 jam tatap muka dan linier dengan bidang sertifikasinya,” ujar Pranata saat jumpa pers Senin lalu (7/9/2015).
 
Tepat jumlah, lanjut Pranata, berarti jumlah TPG yang disalurkan harus senilai dengan satu kali gaji pokok guru. Untuk guru PNS, gaji pokok ini juga harus diperhatikan karena gaji pokok guru PNS naik sesuai kenaikan golongannya.
 
“Untuk guru swasta harus sesuai gaji inpassing. Inpassing adalah penyetaraan dari guru swasta ke guru PNS. Bagi guru swasta yang belum inpassing, ditetapkan TPGnya sebesar 1,5 juta rupiah,” katanya.
 
Asas terakhir adalah tepat waktu. Pranata mengatakan, bagi guru PNS penyaluran TPG dilakukan pemerintah daerah melalui dana transfer daerah. Sedangkan untuk guru non-PNS, penyaluran TPG dilakukan pemerintah pusat, dalam hal ini Kemendikbud.
 
Karena itu ia menegaskan, jika ada keterlambatan penyaluran TPG bagi guru PNS, konfirmasi seharusnya dialamatkan ke pemerintah daerah masing-masing, bukan ke Kemendikbud. “Kecuali kalau SKTP (Surat Keputusan Tunjangan Profesi) tidak keluar, itu baru bisa ditanyakan ke pusat,” katanya. Karena ketika seorang guru PNS sudah mendapatkan SKTP dari Kemendikbud, maka selanjutnya penyaluran TPGnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
 
“Secara nasional kebijakan tidak bisa berubah untuk tunjangan, karena slot transfernya sudah ada. Kami akan mempertahankan tunjangan (TPG) ini sesuai tiga asas tadi, yaitu tepat sasaran, tepat jumlah dan tepat waktu,” ujar Pranata. (Desliana Maulipaksi)
Sumber;Kemdikbud

Revolusi Mental; Membangun Jiwa Merdeka Menuju Bangsa Yang Besar


“Dalam kehidupan sehari-hari, praktek revolusi mental adalah menjadi manusia yang berintegritas, mau bekerja keras, dan punya semangat gotong royong.”
 
“Revolusi Mental adalah suatu gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala.” 
 
Itulah adalah gagasan revolusi mental yang pertama kali dilontarkan oleh Presiden Soekarno pada Peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1956. Soekarno melihat revolusi nasional Indonesia saat itu sedang mandek, padahal tujuan revolusi untuk meraih kemerdekaan Indonesia yang seutuhnya belum tercapai.
 
Kita tahu, negeri ini telah mengalami penjajahan selama 350 tahun. Selama itu pula bangsa kita mendapat penindasan, diperbudak, diperas setiap tetes sumber daya manusia maupun alamnya. Karena itu setelah merdeka, pekerjaan paling besar yang harus dilakukan oleh para pemimpin bangsa adalah membangun mental manusia Indonesia. Caranya, dengan gerakan revolusi mental itu.
 
Revolusi di jaman kemerdekaan adalah sebuah perjuangan fisik, perang melawan penjajah dan sekutunya, untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kini, 70 tahun setelah bangsa kita merdeka, sesungguhnya perjuangan itu belum, dan tak akan pernah berakhir. Kita semua masih harus melakukan revolusi, namun dalam arti yang berbeda. Bukan lagi mengangkat senjata, tapi membangun jiwa bangsa.
 
Membangun jiwa yang merdeka, mengubah cara pandang, pikiran, sikap, dan perilaku agar berorientasi pada kemajuan dan hal-hal yang modern, sehingga Indonesia menjadi bangsa yang besar dan mampu berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain di dunia.  
 
Kenapa membangun jiwa bangsa yang merdeka itu penting? Membangun jalan, irigasi, pelabuhan, bandara, atau pembangkit energi juga penting. Namun seperti kata Bung Karno, membangun suatu negara, tak hanya sekadar pembangunan fisik yang sifatnya material, namun sesungguhnya  membangun jiwa bangsa.  Bahkan masa depan suatu bangsa amat tergantung dengan kemampuan mereka menjaga kebersihan dan kekuatan jiwanya.   
 
Ya, dengan kata lain, modal utama membangun suatu negara, adalah membangun jiwa bangsa. Tentu saja diperlukan keahlian, atau menguasai keilmuan, namun tanpa dilandasi jiwa yang merdeka, pembangunan tidak akan mencapai tujuannya. 
 
Inilah ide dasar dari digaungkannya kembali gerakan revolusi mental oleh Presiden Joko Widodo. Jiwa bangsa yang terpenting adalah jiwa merdeka, jiwa kebebasan untuk meraih kemajuan. Jiwa merdeka disebut Presiden Jokowi sebagai positivisme. Sedangkan jiwa budak, jiwa tidak merdeka, atau jiwa yang tidak ingin maju adalah negativisme.  
 
Nah, revolusi mental menurut beliau itu adalah revolusi jiwa bangsa dari jiwa budak yang negativisme ke jiwa merdeka yang penuh dengan keunggulan atau positivisme. Gerakan revolusi mental semakin relevan bagi bangsa Indonesia yang saat ini tengah menghadapi tiga problem pokok bangsa yaitu; merosotnya wibawa negara,  merebaknya intoleransi, dan terakhir melemahnya sendi-sendi perekonomian nasional.
 
Lewat gerakan revolusi mental, Presiden Jokowi bertekad membawa Indonesia menjadi bangsa yang berdaulat secara politik,  berdiri di kaki sendiri secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. 
 
Dalam kehidupan sehari-hari, praktek revolusi mental adalah menjadi manusia yang berintegritas, mau bekerja keras, dan punya semangat gotong royong. Pemerintahan Presiden Jokowi berkomitmen untuk jadi pelopor gerakan revolusi mental kepada masyarakat agar menjadi gerakan sosial, karena pelaku revolusi mental adalah seluruh rakyat Indonesia.
 
Para pemimpin dan aparat negara akan jadi pelopor untuk menggerakkan revolusi mental, dimulai dari masing-masing Kementerian/Lembaga (K/L). Sebagai pelopor gerakan revolusi mental, pemerintah lewat K/L harus melakukan tiga hal utama yaitu; bersinergi, membangun manajemen isu, dan terakhir penguatan kapasitas aparat negara. Setelah pembenahan ke dalam, dilakukan juga pembenahan ke luar lewat edukasi dan keterlibatan masyarakat. 
 
Gerakan revolusi mental terbukti berdampak positif terhadap kinerja pemerintahan Jokowi. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, ada banyak prestasi yang diraih berkat semangat integritas, kerja keras, dan gotong royong dari aparat negara dan juga masyarakat.
 
Pemberantasan ilegal fishing, pengelolaan BBM lebih bersih dan transparan, pembangunan pembangkit listrik terbesar di Asia Tenggara, pembangunan tol trans Jawa, trans Sumatera , dan Kalimantan, adalah sedikit hasil dari kerja keras pemerintah Presiden Jokowi.  Ke depan, gerakan revolusi mental akan semakin digalakkan agar sembilan agenda prioritas pemerintah yang tertuang dalam Nawa Cita bisa terwujud. (Tim PKP-Kemenkominfo)

Sumber;Kemdikbud
 

November 2015, Kompetensi Seluruh Guru Akan Di Uji


Pemerintah berencana akan menguji kompetensi terhadap seluruh guru pada akhir November tahun ini. Ujian ini dilakukan sebagai pemetaan terhadap kompetensi yang dimiliki guru. Ujian akan digelar di sebanyak 5.000 tempat uji kompetensi (TUK).
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Sumarna Surapranata menyampaikan, selama ini pemerintah baru memiliki potret uji kompetensi guru (UKG) terhadap 1,6 juta guru. Dari jumlah tersebut, kata dia, hanya 192 orang yang kompetensinya di atas 90. "Akhir November akan menguji seluruh guru tanpa kecuali," katanya saat memberikan keterangan pers di Kemendikbud, Jakarta, Senin (7/10/2015).
Sumarna mengatakan, dengan ujian ini akan diketahui kemampuan guru. Bagi guru yang kompetensinya kurang, kata dia, akan diberikan pembekalan melalui pengembangan profesi berkelanjutan. "Tidak melulu tatap muka, tetapi bisa daring," katanya.
Guru-guru akan dikelompokkan sesuai kemampuannya mengacu pada hasil ujian tersebut. Mereka yang meraih skor tinggi cukup mengikuti pembekalan wajib selama 4-10 jam. Sementara yang meraih skor kurang akan lebih banyak jumlah jamnya.
Sumarna menyebutkan, saat ini rata-rata nilai UKG 4,7. Target renstra tahun ini, kata dia, rata-rata nilai UKG 5,5. "Nanti tahun 2019 rata-rata kompetensi guru 8,0," katanya.
Untuk mencapai target tersebut, lanjut Sumarna, berbagai macam perlakuan dilakukan terhadap guru. Namun demikian, kata dia, peningkatan kompetensi guru bukan melulu tugas pemerintah, tetapi kewajiban individu guru juga ada. "Target kita adalah melakukan ujian terhadap mereka dan akan dilakukan peningkatan kompetensi," katanya. (Agung SW)

Sumber; Kemdikbud.