Info Populer

Golkar, PKS dan Gerindra Solid Menangkan Sabdaguna

INILAH, Soreang- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Bandung merapatkan barisan untuk mendukung pasangan Dadang M Naser-Gun Gun Gunawan. Keduanya melaju melalui jalur perseorangan, namun partai berlambang pohon beringin itumendukungan secara penuh.
Calon Bupati Bandung, Dadang M Naser menegaskan,meski ia dan pasangannya menggunakan jalur independen, namun tetap mendapatkan dukungan dari partainya. Bahkan ada dua partai lainnya, yakni PKS dan Gerindra.
"Ini adalah konsolidasi partai, namun sebenarnya sebelum konsolidasi pun cemistrynya di lapangan sudah ada. Sekarang lebih dimantapkan lagi. Alhamdulilah meskipun saya dan pak Gun Gun dari jalur independen, kami tetap didukung oleh partai," kata Dadang M Naser, Rabu (25/8/15).
Kata Dadang, meskipun ia berangkat dari jalur independen, namun dukungan penuh didapatkan dari partai yang telah membesarkan dirinya itu. Apalagi, pencalonan dirinya dari jalur independen pun memiliki alasan yang kuat. Sehingga, kekuatan Partai Golkar tetap mendukungnya tanpa keraguan. Termasuk partai PKS yang kadernya maju mendampingi dirinya.
"Termasuk PKS dan Gerindra memberikan dukungannya kepada kami. Kedua partai itu sepakat mendorong saya untuk kembali melanjutkan berbagai program pembangunan yang tengah berjalan, sekaligus melengkapi kekurangan-kekurangan yang belum terselesaikan di kepemimpinan pertama saya,"ujarnya.
Dadang melanjutkan, konsolidasi penting karena saat ini mulai banyak upaya penggembosan kekuatan dari internal. Karena saat ini ada kesan, ia terlalu mengurus dan mengandalkan relawan Sabdaguna. 
Padahal sebenarnya, antara relawan maupun kader partai sama-sama memiliki arti penting bagi ia dan pasangannya.
"Begitu juga teman-teman koalisi dari PKS dan Gerindra cukup penting bagi kami. Kita akan sama-sama berjuang dan melanjutkan pembangunan di Kabupaten Bandung,"katanya.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna menambahkan, meskipun pasangan Dadang-Gun Gun ini dari jalur independen, namun sebenarnya, Dadang telah mengantongi  Surat Keputusan(SK) pencalonannya dari DPP Partai Golkar. 
Apalagi, kata dia, berdasarkan hasil Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung telah sepakat mengusung kembali Dadang M Naser sebagai calon bupati.
"Tidak ada alasan bagi kami untuk tidak mendukung pasangan ini. Begitu juga untuk partai koalisi yakni PKS dan Gerindra, kami akan all out untuk memenangkannya," kata Dadang.
Dadang melanjutkan, untuk mendukung pasangan ini, kata dia, sebagai ketua fraksi,   ia akan berdiri paling depan bersama semua anggota fraksi lainnya. Termasuk para anggota DPRD dari PKS dan Gerindra.
"Semua anggota DPRD merupakan tim inti pemenangan di daerah pemilihannya (Dapil)nya masing-masing. Di Kabupaten Bandung ada tujuh Dapil,"ujarnya.
Melihat kondisi faktual, lanjut Dadang, pihaknya merasa optimistis bisa memenangkan pasangan ini dengan raihan suara 55%-60%.
"Secara faktual kami Fraksi Golkar punya 12 kursi di parlemen. Lalu ditambah Gerindra dan PKS menjadi 26 kursi, sehingga kami optimististis bisa memenangkan Pemilukada 9 Desember mendatang,"katanya. [ito]
Sumber: Inilah Koran.

Cerdas Cermat Kebudayaan Tingkat Nasional 2015 Ajak Peserta Memaknai Ekspresi Buda


Jakarta, Kemendikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Museum Nasional Indonesia menyelenggarakan Lomba Cerdas Cermat Kebudayaan Tingkat Nasional 2015 untuk jenjang SMP/Sederajat. Lomba ini diselenggarakan di Museum Nasional pada 24-27 Agustus 2015 dan diikuti oleh perwakilan 27 provinsi dari total 34 provinsi di Indonesia. Kedua puluh tujuh provinsi tersebut telah memiliki museum provinsi sehingga dapat berpartisipasi dan mengirimkan wakil daerahnya dalam lomba bergengsi ini.
Lomba Cerdas Cermat Kebudayaan Tingkat Nasional 2015 kali ini mengusung tema ‘Mewujudkan Generasi Kreatif dan Inovatif melalui Wawasan Kebudayaan dan Perjuangan Bangsa’. Tema ini bertujuan agar para peserta diajak untuk mengingat sekaligus memahami tentang museum termasuk sejarah dan perjuangan bangsa guna membentuk kreativitas dan inovasi guna kemajuan bangsa Indonesia. Uniknya dalam lomba tersebut juga setiap peserta mengenakan pakaian adat dari daerahnya masing-masing sebagai bentuk ekspresi budaya.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan menyampaikan, berkumpulnya para peserta yang mengenakan pakaian adat dan mewakili daerahnya dalam Lomba Cerdas Cermat Kebudayaan Tingkat Nasional 2015 ini berarti sedang merayakan dan merasakan langsung kebinekaan Republik Indonesia. “Busana yang Anda pakai mencerminkan variasi dan puncak-puncak kebudayaan Indonesia,” katanya saat memberikan sambutan pada acara Pembukaan Lomba Cerdas Cermat Kebudayaan Tingkat Nasional 2015 di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Rabu (26/8/2015).
Mendikbud mengimbau, para peserta Lomba Cerdas Cermat Kebudayaan Tingkat Nasional 2015 agar berpikir lebih dari sekadar mengingat-ingat fakta tetapi juga memaknai apa yang telah dipelajari sebelumnya meskipun hal itu sangat sederhana. “Dibalik sebuah ekspresi budaya, dibalik pakaian yang Anda kenakan, dibalik Bahasa yang Anda gunakan, dan kebiasaan yang Anda lakukan, di situ ada nilai-nilai yang luar biasa,” ujarnya.
Imbauan selanjutnya, kata Mendikbud, agar para peserta Lomba Cerdas Cermat Kebudayaan Tingkat Nasional 2015 termasuk orang tua dan guru pendampingnya untuk dapat menuliskan pengalamannya mengikuti lomba ini dan buat teman-teman lainnya di sekolah agar terinspirasi untuk berpartisipasi dalam lomba tersebut di tahun-tahun mendatang. “Anda tak harus menjadi seseorang untuk menginspirasi teman yang lain, tak harus jadi terkenal untuk menginspirasi. Tuliskan yang anda alami. Ceritakan yang anda alami, biarkan itu menjadi inspirasi buat teman-teman semuanya,” tuturnya.
Mendikbud mengungkapkan, para peserta Lomba Cerdas Cermat Kebudayaan Tingkat Nasional 2015 sudah menunjukan aktivitas yang lebih dari sekadar aktivitas di sekolah dan diharapkan mampu menumbuhkan kepemimpinan yang baik pula. Orangtua dan guru, kata dia, diharapkan mampu menumbuhkan budi pekerti anak-anak tersebut dan mampu menjadi contoh bagi teman-teman lainnya. “Kami semua di seluruh Indonesia punya harapan yang lebih besar tetapi begitu melihat anak-anak cerdas berkumpul, harapan itu menjadi jauh lebih besar,” ucapnya. (Agi Bahari)
Sumber: Kemdikbud.


 

Kemendikbud Berkomitmen Capai Tata Kelola Berkelas Dunia.


Jakarta, Kemendikbud --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan berkomitmen untuk membuat tata kelola di lingkungan Kemendikbud lebih baik dan berintegritas. Tak tanggung-tanggung, ia berharap agar tata kelola di Kemendikbud bisa berkelas dunia dan menjadi contoh bagi kementerian dan lembaga lainnya.
Untuk mencapai tata kelola berkelas dunia, Mendikbud menyampaikan kerangka strategis yang meliputi tiga aspek utama. Tujuannya, untuk membentuk insan dan ekosistem pendidikan dan kebudayaan berkarakter dengan dilandasi semangat gotong royong. Salah satu dari ketiga aspek itu adalah perbaikan tata kelola untuk pengembangan efektivitas birokrasi.
“Kita melihat pendidikan memerlukan partisipasi publik yang sangat luas. Ada 208 ribu unit sekolah, anggaran sebesar Rp53 triliun dengan 16.350 pegawai, dan pihak penerima layanan meliputi guru, murid, orang tua, LSM, pemerhati, dan lain-lain,” kata Mendikbud pada temu awal evaluasi kinerja Kemendikbud dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) di Kantor Kemendikbud, Rabu (26/08/2015).

Mendikbud menyampaikan, saat ini hasil penilaian mandiri pelaksanaan reformasi birokrasi (PMPRB) di Kemendikbud adalah baik. Nilai dari panel bersama asesor Inspektorat Jenderal dan Unit utama adalah 81,53. Mendikbud yakin nilai tersebut akan terus naik sesuai dengan kinerja yang juga semakin baik di kementerian yang ia pimpin.
Di hadapan Menteri PAN RB dan seluruh pejabat eselon I dan II Kemendikbud dan KemenPANRB, Mendikbud menyampaikan beragam terobosan dari reformasi birokrasi yang dilakukan di Kemendikbud. Terobosan yang diunggulkan salah satunya adalah Unit Layanan Terpadu (ULT) yang memfasilitasi lebih dari 50 layanan yang ada di Kemendikbud dalam satu tempat. Tujuan layanan ini, kata dia, untuk membantu masyarakat menyelesaikan berbagai masalah yang terkait pendidikan dan kebudayaan tanpa harus kebingungan.
Terobosan lain adalah rintisan ujian nasional berbasis komputer atau yang dikenal dengan UN CBT. UN dengan model ini terbukti bisa menjaga integritas peserta dalam melaksanakan ujian karena setiap peserta mengerjakan soal berbeda yang berasal dari bank soal di sistem tersebut. Mendikbud juga menyebutkan perampingan struktur organisasi di Kemendikbud sebagai terobosan. Dari 10 unit utama dirampingkan menjadi delapan unit dengan seleksi pimpinan madya dan pratama secara terbuka.
Beberapa terobosan lain yang disebutkan oleh Mendikbud adalah adanya unit pengendali gratifikasi, analisis jabatan, guru garis depan, perbaikan kurikulum, penataan sekolah keluarga TKI, dan program penumbuhan budi pekerti.
Dengan adanya berbagai terobosan yang dirintis oleh Kemendikbud, MenPANRB Yuddi Chrisnandi yakin bahwa Kemendikbud bisa menjadi center of excellence kementerian dan lembaga lain. Ia mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh Kemendikbud dan berharap agar apa yang sudah dilakukan ini bisa tetap pada jalurnya.
“Saya optimis apa yang dilakukan (Kemendikbud) ini bukan semata-mata agar tunjangan kinerja bisa naik. Tapi ini adalah salah satu konsekuensi dari adanya birokrasi yang jelas dan klir serta tata kelola yang baik. Dengan adanya keinginan kuat untuk mematuhi aturan, maka tata kelola akan on track,” kata Yuddi. (Aline Rogeleonick)
Sumber: Kemdikbud.

WBA Tolak Tawaran Kedua Spurs untuk Berahino

West Brom - West Bromwich Albion masih bersikukuh tak akan melepas strikernya, Saido Berahino. Ini ditunjukkan dengan ditolaknya tawaran kedua Tottenham Hotspur untuk Berahino.

Berahino memang jadi incaran Spurs yang membutuhkan sosok pemain depan untuk mendampingi Harry Kane dan Clinton N'Jie. Performa Berahino selama memperkuat WBA jadi alasan Spurs begitu ngotot mengejarnya.

Sayangnya tawaran awal Spurs untuk Berahino sebesar 15 juta poundsterling sudah ditolak. Hal ini disebut sudah bikin Berahino kecewa dan membuat fokusnya terbagi.

Alhasil, Berahino pun ditepikan akhir pekan lalu saat WBA kalah 2-3 dari Chelsea. Striker 22 tahun itu pun kemudian mencoba mengajukan permintaan transfer yang lantas ditolak manajemen The Baggies.

Tak menyerah begitu saja, Spurs pun coba mengajukan tawaran keduanya yang naik di angka 22 juta pound. Namun, angka tersebut rupanya belum mampu meluluhkan WBA, yang kembali menolak mentah-mentah proposal dari Spurs.

"Posisi kami tetap tidak berubah. Kami tidak berencana untuk menjual pemain kami," demikian pernyataan resmi presiden klub, Jeremy Peace, seperti dikutip Soccerway.

Masih belum menentunya masa depan Berahino sepertinya bakal membuatnya absen di laga babak kedua Piala Liga Inggris melawan Port Vale, Rabu (26/8) dinihari WIB ini. Kabarnya WBA baru mau membuka negosiasi jika Spurs bersedia membayar 25 juta pound untuk pemain yang bikin 14 gol di Premier League musim lalu itu.

(mrp/nds).

sumber dari : http://sport.detik.com/sepakbola/read/2015/08/26/012153/3001231/72/

Bersemangatlah Memupuk,Merawat Pohon Kurikulum 2013


Akhirnya seluruh tahapan implementasi Kurikulum 2013 pada tahun pelajaran 2014/2015 dapat dituntaskan dengan baik. Hal itu berkat kerjasama semua pihak, baik yang berada di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun yang berada di pemerintahan kota/kabupatan serta provinsi.
Pada tahapan pelatihan guru, secara menyeluruh dapat dirampungkan pada Agustus 2014 ini. Pelatihan terakhir dilakukan terhadap kurang lebih 44.000 guru. Terdapat sekitar 1,3 juta guru selesai dilatih untuk mempersiapkan implementasi Kurikulum 2013 pada tahun pelajaran 2014/2015 ini, yang dilaksanakan secara bertahap dan menyeluruh. Artinya, seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta, mengimplementasikannya tanpa perkecualian. Jumlah sekolah sasaran mencapai 206.779 buah dari tingkat SD hingga SMA/SMK, sedangkan jumlah siswa mencapai sekitar 31.244.844 orang.
Implementasi secara menyeluruh tersebut menyita banyak tenaga dan pikiran, terutama di wilayah tertentu yang alamnya memiliki kondisi khusus. Pendistribusian buku menjadi masalah tersendiri bagi wilayah demikian, meskipun pada akhirnya semua kebutuhan akan buku dapat terpenuhi. Pendek kata, sekarang ini implementasikan Kurikulum 2013 di seluruh Indonesia dapat berjalan lancar, karena buku sudah tersedia dan guru telah mendapat pelatihan sebagaimana mestinya.
Pengimplementasian Kurikulum 2013 tersebut membuat orangtua berani bermimpi besar akan masa depan pendidikan putra-putrinya. Sudah dapat dibayangkan bagaimana output dari sekolah yang melaksanakan pembelajaran dengan metode kurikulum baru ini. Mereka, para peserta didik, akan terbiasa berpikir komprehensif tapi tetap santun, berani, mandiri, dan berakhlak mulia.
Peserta didik demikianlah kiranya yang sejak dulu diidam-idamkan oleh para orangtua. Hanya saja waktu itu belum ditemukan metode pembelajaran untuk mewujudkannya. Berganti-ganti kurikulum, tetap saja output pendidikan nasional dibuat cemoohan, terutama oleh bangsa lain yang terlebih dulu dapat mencapai impian akan kualitas generasi mudanya. Dengan melaksanakan metode pembelajaran yang terdiri dari lima langkah (mengamati, bertanya, menalar, mencoba, dan mengomunikasikan) secara konsisten dan persisten sebagaimana “diamanatkan” Kurikulum 2013, hampir dapat dipastikan bahwa sumber daya manusia Indonesia akan mampu bersaing dalam segala hal dengan bangsa lain. Ibarat lari maraton, generasi muda kita saat ini sedang melakukan start, siap berlari sekencang-kencangnya mengejar impian yang berada di depannya. Kita berharap, impian itu akan tergapai ketika bangsa Indonesia merayakan HUT ke-100 RI pada 17 Agustus 2045 mendatang, dimana para pemenang tongkat estafet kepemimpinan adalah anak-anak yang saat ini sedang mengikuti pembelajaran dengan Kurikulum 2013.
Boleh jadi karena impian itulah, banyak orangtua peserta didik berjibaku pada saat awal implementasi Kurikulum 2013 dilakukan. Sebuah pemandangan aneh tapi dapat dimengerti jika ada orangtua ikut sibuk searching pengetahuan tertentu di internet, hanya karena khawatir tidak mampu memberi jawaban memadai jika putra-putrinya melontarkan sebuah atau beberapa buah pertanyaan. Kurang lebih demikianlah yang dilakukan oleh orangtua dari seorang peserta didik kelas 2 SD Pengasinan 02 Bekasi Timur, baru-baru ini.
Keyakinan akan memiliki anak hebat terpancar dari semangat para orangtua peserta didik jika mereka diminta bercerita mengenai pengalaman putra-putrinya di sekolah sejak implementasi Kurikulum 2013 dilakukan. ‘Percaya diri’, ‘aktif’, dan ‘kreatif’, merupakan kata-kata yang sering diucapkan untuk menggambarkan perkembangan sikap peserta didik di dalam kelas ketika mereka mengikuti pembelajaran.
Kita berharap tiga kata tersebut merupakan “buah” pertama dari “pohon” yang bernama Kurikulum 2013, yang baru saja kita tanam. Tentu “pohon” itu kelak akan menghasilkan “buah-buah” lainnya di kemudian hari. Maka, bersemangatlah memupuk dan merawat “pohon” tersebut. Selamat bekerja. (*)

Indonesia Jadi Tamu Kehormatan Pada Frankfrut Book Fair 2015


Kemdikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, akan mewakili Indonesia menjadi tamu kehormatan (Guest of Homour/GOH) pada Frankfrut Book Fair(FBF) tahun 2015. Acara ini akan diadakan pada bulan Oktober 2015, di komplekMessegelande, Ludwig-Erhard-Anlage 1, Frankfrut, Jerman.
 “Frankfrut Book Fair tidak hanya pameran buku, tetapi juga merupakan diplomasi budaya,” ungkap Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamenbud) Wiendu Nuryanti, pada jumpa pers di kantor Kemdikbud, Jakarta, Kamis (11/09/2014). 
 Wiendu mengatakan, Indonesia menjadi negara pertama di ASEAN menjadi GOH. Dua hal yang ingin dicapai dalam keikutsertaan Indonesia dalam FBF tahun 2015, yaitu secara internal dan eksternal. Secara eksternal, ingin melalui FBF dapat menunjukan dan menjadikan Indonesia kedepan menjadi negara yang moderen, dinamis, dan memiliki peradaban intelektual yang hebat, khususnya dibidang kesastraan.
 “Tradisi sastra Indonesia yang sangat kuat tersebut dapat dikenal dunia. Sehingga menjadikan kebangkitan Intelektual Indonesia dalam menerobos dunia Internasional,” ucap Wiendu. 
Secara internal, kata Wiendu, ia menginginkan dalam keikutasertaan di FBF dapat menjadikan menulis, membaca, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari budaya kehidupan di Indonesia. Selain itu juga sebagai upaya mengembangkan industri perbukuan di Indonesia.  
“Pada tahun 2016, Indonesia pun akan memiliki International Indonesia book fair yang pertama,” pungkas Wiendu optimis. (Seno Hartono)

Masih Banyak Guru Yang Belum Ikuti Diklat Kurikulum 2013


Hingga saat ini di Kabupaten Bandung jumlah guru yang belum mendapat pendidikan dan latihan (diklat) Kurikulum 2013 tinggal 645 orang. Sementara kuota guru yang mendapat pelatihan 7.762 orang.
"Selama ini kami sudah melakukan pendidikan dan latihan untuk 7.117 guru. Kita optimistis, akhir tahun ini ke-645 guru lainnya sudah selesai diklat," ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bandung, Agus Firman di Soreang, Senin (8/9).
Menurut Agus, secara umum Kab. Bandung sudah sangat siap menjalankan Kurikulum 2013. Bahkan sejumlah sekolah pilot project sudah lebih dulu menjalankan Kurikulum 2013.
"Di Kabupaten Bandung Kurikulum 2013 sudah mulai berjalan, tinggal menuntaskan pendidikan dan pelatihan bagi guru-guru yang belum," tambahnya.
Sedangkan distribusi buku paket (buku pelajaran) Kurikulum 2013, Agus menyebut sudah mulai dilakukan. Namun belum seluruhnya, karena distribusi ke setiap sekolah dilakukan secara bertahap. "Pengadaan buku Kurikulum 2013 ini dilakukan oleh pusat, kami hanya melakukan distribusi," ujarnya.
Agus berharap, distribusi buku Kurikulum 2013 bisa tuntas sebelum akhir tahun ini. "Saya optimistis semua yang bersangkutan dengan Kurikulum 2013 sudah selesai," katanya.

Sehubungan dengan pelaksanaan Kurikulum 2013 tersebut, banyak pengamat yang pesimis untuk menuju keberhasilannya, terutama pada tingkat pendidikan dasar yaitu SD dan SMP. dikarenakan fasilitas saran dan prasarana penunjang Kurikulum itu belum memadai atau masih banyak sekolah-sekolah tersebut yang belum memilikinya.

Sehingga kalau dikatakan Program kurikulum 2013 sudah siap dilaksanakan itu Pembohongan, karena pada kenyataannya masih banyak pula para guru merasa kebingungan cara penerapannya.
(B.81)**

Baru Dilantik ,Anggota Dewan Berangkat Study Banding


Beralasan studi banding ke DPRD lain yang telah membentuk alat kelengkapan, sebanyak 25 anggota DPRD yang juga Panitia Khusus (Pansus) Tata Tertib, pelesiran ke Yogyakarta.


Para wakil rakyat yang baru dilantik itu berangkat hari ini, Kamis (11/9/2014). Rencananya, mereka akan berada di Jogja selama tiga hari.

"Benar mereka studi banding ke Jogja. Dalam rangka pansus penyusunan tatib DPRD," kata Kepala Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung, Abdulah Amin, Kamis (11/9/2014).

Dikatakan Amin, ke 25 anggota DPRD ini dijadwalkan melakukan studi banding hari ini dan besok. Mengenai daerah tujuan, menurutnya hal itu diputuskan oleh anggota dewan. Pihak Sekwan pun mengaku tidak mengetahui daerah tujuan studi banding tersebut.

"Kalau daerah tujuannya saya juga kurang tahu. Tapi yang pasti ke Jogja," ujarnya.

Pelesiran 25 orang DPRD ini ditanggapi nyinyir oleh Ketua Bidang Advokasi dan Hukum Forum Diskusi Anggaran (FDA) Kabupaten Bandung, Deni Abdulah. Menurutnya kegiatan studi banding alat kelengkapan DPRD itu sangat mengada-ada.

"Geopolitik DPRD Kabupaten Bandung dan derah lain tentunya berbeda, sesuai dengan kepentingan fraksi partai politik dan juga kebutuhan masyarakatnya. Kenapa tidak mengundang ahli dan pakar saja ke sini. Toh di Jogjakarta juga belum tentu mereka sudah selesai bikin tatib," kata Deni.

Deni melanjutkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, para anggota dewan yang baru atau bukan petahana, sebelumnya tidak mengetahui rencana kunjungan ini. Tiba-tiba saja, mereka disodorkan jadwal dan perubahan jadwal kegiatan yang ada.

"Ini pasti setting dari orang lama atau dari Sekwan, dan ada upaya permainan dari biro perjalanan wisata yang kongkalikong. Kalau orang baru rasanya tidak akan seperti itu," ujarnya.

Dengan kejadian ini, lanjut dia, tentunya akan menghancurkan nama anggota dewan di mata masyarakat, terutama bagi anggota dewan yang baru. Karena belum apa-apa sudah melakukan kegiatan yang kontra produktif.

"Seharusnya untuk anggota dewan baru, berani mengatakan tidak untuk studi banding yang konyol seperti ini. Kalau tidak, sebaiknya anggota dewan baru itu ikut Bintek cara mengikat tali sepatu, memakai jas dan menyisir rambut saja sekalian," sindirnya.

Deni melanjutkan, jika saja hasil studi banding pansus Tatib ini tidak menghasilkan kualitas yang signifikan, atau bahkan hanya menyalin dari Tatib DPRD Kabupaten Bandung yang telah ada, pansus Tatib tengah mempertontonkan kebodohan kepada rakyatnya sendiri. [hus]

Kunci Utama Mendidik Anak Adalah Cinta


Bandung - Bunda Paud Provinsi Jabar Jawa Barat Netty Heryawan menilai perlu ada terobosan bagaimana tenaga pendidik dapat menghasilkan penerus bangsa yang unggul dan mampu bersaing.


”Guru merupakan pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah,” tuturnya.

Netty menuturkan hal itu dalam Acara Seminar Akademik Unit Pengembangan Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) Bandung dengan Tema "Peran Guru Dalam Mempersiapkan Generasi Emas Indonesia" di Gedung Balai Sartika Buah Batu Bandung, Selasa (26/8/2014).

Netty mengatakan realitanya sekarang ini masih banyak guru yang tidak berlatar pendidikan sesuai dengan ketentuan dan bidang studi yang dibinanya. Juga masih banyak guru yang memiliki kompetensi keilmuan dan profesionalitas rendah dan memprihatinkan.

"Masih banyak guru yang kurang terpacu dan termotivasi untuk memberdayakan diri," jelasnya.

Adapun upaya yang dapat dilakukan dengan memperbaiki variabel dalam pendidikan yaitu hardware berkaitan dengan pemerintah untuk memperbaiki sistem dan meningkatkan mutu pendidikan.

Sedangkan software berkaitan komunitas yang dapat berkontribusi pada perbaikan mutu di kelompok masyarakat atau orang tua dan brainware dari guru tersebut untuk terus termotivasi dan lebih kreatif dalam mendidik.

“Kunci utama dalam mendidik anak adalah cinta,” lanjutnya.

Maka dari itu, Netty berpesan kepada lulusan UPBJJ-UT sebagai seorang Guru harus dapat mengenal gaya belajar siswa, dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan dapat lebih kreatif dalam mengemas untuk menyampaikan materi.

Sehingga hubungan antara pendidik dan terdidik dapat terjalin dengan baik dan dapat mencetak generasi penerus yang unggul di masa yang akan datang.

Seminar itu merupakan rangkaian acara bagi mahasiswa-mahasiswa yang lulus untuk mendapatkan Upacara Penyerahan Ijazah (UPI). [ito]

Harriyadi Irawan Pelajar Internasional Terbaik Melbourne.


Sebuah prestasi membanggakan berhasil diukir oleh pelajar dari Indonesia di Melbourne, Australia. Namanya Harriyadi Irawan (30) asal Pontianak, Kalimantan Barat.

Harriyadi menyabet dua penghargaan sekaligus yaitu pelajar terbaik se-negara bagian Victoria kategori Pelatihan dan Pendidikan Kejuruan dan Pelajar Internasional Terbaik Tahun ini.

Atas penghargaan tersebut Harri berhak mendapatkan dana sebesar 20 ribu dollar Australia (sekitar Rp 200 juta) yang akan diberikan guna melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di negara bagian Victoria.

Harri baru saja menyelesaikan Advance Diploma (Diploma Lanjutan) Jasa Pelayanan (Hospitality) di Sekolah Kejuruan William Angliss di Melbourne. Dia menyelesaikan pendidikan ini dalam tempo dua tahun.

Sebelum ke Melbourne, Harri pernah bekerja di beberapa hotel. Ketika belajar William Angliss, dia mendapat beasiswa dari pemerintah Australia, yaitu Endeavour Scholarship.

Harriyadi tidak menyangka bisa menang karena banyak peserta lain yang bagus. Jumlah pelajar se-negara bagian Victoria  mencapai 140.000 orang. Namun dia percaya diri ketika mengajukan lamaran untuk menjadi mahasiswa terbaik tersebut.

“Saya tidak mau melihat apa yang dilakukan orang lain. Saya hanya mengkonsentrasikan diri dengan apa yang saya lakukan sendiri,” katanya kepada wartawan ABC International, L. Sastra Wijaya.         

Menurut Harri, indikator kemenangannya diukur dari prestasi akademik dan kegiatan ekstrakurikuler. Harri juga banyak melakukan kegiatan sukarela.

Harri sangat menyukai Melbourne karena banyaknya bantuan pemerintah untuk mahasiswa internasional. Selain itu, Harri menilai kualitas pendidikan di Melbourne cukup bagus.

“Semula saya berencana untuk melanjutkan pendidkan S1 di Inggris. Tapi sekarang saya memutuskan untuk menyelesaikan di sini,” ujarnya. Menurutnya, butuh waktu 2,5 tahun lagi meraih gelar S1.

Penghargaan untuk mahasiswa internasional terbaik ini baru dua tahun diselenggarakan. Ini tampaknya merupakan bagian dari upaya pemerintah negara bagian Victoria untuk menarik lebih banyak lagi mahasiswa internasional untuk melanjutkan pendidikan di Victoria.

Ada empat kategori dalam pemilihan mahasiswa internasional terbaik yaitu di bidang riset, pendidikan tinggi, pendidikan kejuruan, dan kursus bahasa Inggris.

Pemenang untuk bidang riset adalah Bartlomiej Kolodziejczyk dari Polandia yang belajar di Monash University. Pendidikan tinggi dimenangkan oleh Wei Yuanbin asal China dari Monash University, dan kursus bahasa Inggris dimenangkan oleh Rafael Barty Dextro asal Brazil juga dari Monash University.

Sedangkan Harriyadi Irawan menjadi pemenang di kategori sekolah kejuruan dimana ia juga terpilih sebagai pelajar terbaik internasional untuk tahun ini.


Editor: Hindra Liauw
SumberABC Australia Plus

Dana Pendidikan Rp367.T, Tapi masih Banyak Anak-Anak Tak Sekolah


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut masih banyak anggaran pendidikan yang disalahgunakan. Padahal, dengan jumlah hingga 20 persen dari APBN 2014 seharusnya negara mampu mengelola pendidikan dengan baik.

Negara telah menganggarkan sebesar 20 persen bagi dana pendidikan, atau setara dengan Rp 368 triliun rupiah pada 2014, terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp 130 triliun rupiah dan transfer ke daerah sebesar Rp 238 triliun rupiah. Namun, fakta menunjukkan 30 juta anak tidak bisa sekolah.

"Masih banyak dijumpai infrastruktur rusak, serta 296 kasuskorupsi dana pendidikan yang terungkap pada 2003-2013 yang menyeret 479 tersangka, sehingga merugikan negara senilai 619 miliar rupiah," kata Wakil Ketua KPK, Zulkarnain di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (2/9).

Menurut Zulkarnain, dari hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Inspektorat Jenderal Kemdikbud, dan Kemenag terhadap tunggakan Tunjangan Profesi Guru (TPG) tahun anggaran 2010-2013, menunjukkan masih terjadi penyimpangan. Selain itu, pihaknya juga menemukan praktik gratifikasi terkait TPG yang melibatkan para guru dan oknum dinas pendidikan.

"KPK menghitung, nilai gratifikasi pada suatu kabupaten lebih dari Rp 1,3 miliar per triwulan. Diduga peristiwa ini juga terjadi di seluruh kabupaten/kota dan skema dana pendidikan lainnya," ujarnya.

Sejauh ini, kata Zulkarnain, KPK telah bekerjasama dengan beberapa kementerian guna mengantisipasi penyelewengan dana pendidikan. Dalam kerjasama itu pihaknya membentuk kegiatan koordinasi dan supervisi pencegahan (korsup) korupsi.

"KPK bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri dan BPKP melakukan korsup korupsi pada dana pendidikan. Harapannya, perbaikan dan penyempurnaan dalam pengelolaan dan pengawasan dana pendidikan dapat tercapai," jelasnya.

Tim korsup ini, kata Zulkarnain, telah memetakan lima masalah. Di antaranya, lemahnya pengendalian internal, lemahnya sistem administrasi, lemahnya kontrol publik, adanya kekosongan dalam implementasi pengawasan dan minimnya sumber daya untuk mengawasi dana pendidikan, khususnya pada dukungan anggaran pengawasannya.

Maka dari itu, Zulkarnain berharap aksi ini mampu meminimalisasi penyimpangan dalam pengelolaan dana pendidikan. Sebab, KPK mendukung tujuan negara dalam mencerdaskan bangsa.

"Sehingga tujuan negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan melahirkan generasi masa depan bangsa yang cerdas, beradab dan bermartabat melalui pendidikan yang berkualitas dan berkarakter dapat terwujud," terangnya.
[did]

Ada 3 Alasan Kemdikbud Tambah Jam Belajar Siswa

Salah satu bentuk konsekuensi penerapan kurikulum 2013 adalah penambahan jam belajar bagi siswa. Dari semula 26 jam per minggu menjadi 30-32 jam per minggu.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Mohammad Nuh, penambahan jam belajar selama 4-6 jam per minggu itu bukan tanpa alasan. Dia menilai, setidaknya ada tiga fenomena yang melatarbelakangi penambahan jam belajar tersebut.

"Rata-rata lama sekolah di Indonesia adalah 6.300 jam per tahun. Sementara rata-rata lama sekolah di negara OECD 7 ribu jam. Sehingga rata-rata lama sekolah kita kalah dengan negara OECD dan negara lain," ujar M Nuh selepas pembukaan pemilihan Pendidik dan Tenaga Pendidik Nasional Berprestasi di Hotel Sahid, Sudirman, Rabu (13/8/2014).

Alasan kedua, kata M Nuh, adalah fenomena sekolah full day. Dia menyebut, dalam sekolah full day, aktivitas yang dilakukan siswa lebih jelas, terarah, dan terkontrol.

"Dari berbagai studi, sekolah full day menghasilkan anak-anak dengan kualitas relatif lebih bagus dibandingkan sekolah half day atau part day. Karena selama di sekolah kegiatan mereka terkontrol," ungkapnya.

Selanjutnya, alasan ketiga adalah fenomena sosial, yakni semakin banyak orangtua tidak di rumah dan membuat anak berada tanpa pengawasan. Keberadaan mereka di sekolah untuk waktu yang lebih panjang, tambah M Nuh, akan menghasilkan kegiatan yang positif.

"Semakin lama anak berada di sekolah, maka dia dapat virus positif lebih banyak. Dibandingkan dengan kegiatan di luar sekolah yang tidak dapat dikontrol oleh orangtua maupun sekolah," imbuh mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu. (faj)

Cara Pemerintah Jaga Bibit Unggul OSN


Olimpiade Sains Nasional (OSN) sejatinya merupakan wadah penjaringan bibit unggul SDM Indonesia. Karena itulah, perlu upaya khusus agar mereka tidak hilang.


Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, ada tiga hal yang bisa dilakukan untuk menjaga bibit-bibit unggulan tersebut. Pertama, menjaga minat para siswa dalam menekuni bidang keilmuan.

"Karena itulah, sekolah diharapkan tetap memberi peluang kepada para siswa untuk mengeksplorasi potensi diri," kata Nuh usai acara penutupan OSN 2014 di Lombok, NTB, Sabtu (6/9/2014).

Langkah kedua, setelah duduk di kelas XII, para siswa didorong untuk segera mendaftarkan diri ke berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Sebab, SNMPTN merupakan jalur prestasi.

Dan ketiga, pemerintah siap memberi beasiswa jika para juara ini melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. "Dengan tiga hal itu, semangat mereka akan terjaga. Karier mereka juga akan terjamin karena perguruan tinggi juga siap untuk menerimanya," papar Nuh.

Mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu menjamin, PTN di seluruh Indonesia siap menampung para juara OSN. Baik peraih medali emas, perak maupun perunggu memiliki kesempatan yang sama.

"Beasiswa akan kami berikan jika siswa tersebut diterima di PTN," imbuhnya. (fsl)
(rhs)

Menteri Pendidikan Era Jokowi-JK,Diharapkan Hapus UN


Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), yang juga praktisi pendidikan, Retno Listiyarti berharap, Menteri Pendidikan di era Joko Widodo-Jusuf Kalla menghapus ujian nasional UN sebagai penentu kelulusan siswa. 
Ia berpendapat, pelaksanaan ujian nasional tidak membawa kebaikan untuk peserta didik.

"Ujian Nasional selama ini justru menimbulkan kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif di kalangan siswa dan guru," kata Retno, dalam diskusi publik 'Kabinet Trisakti', di FX Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (9/9/2014) siang.

Retno menilai, karena ujian nasional, siswa dan guru justru berlomba-lomba melakukan kecurangan. Salah satunya dengan jual beli soal dan kunci jawaban ujian nasional.

"Apakah ujian nasional menggambarkan yang sesungguhnya?" kata Kepala Sekolah SMA Negeri 76, Cakung, Jakarta Timur, itu.

Selain itu, lanjut Retno, ujian nasional juga tidak sejalan dengan visi Revolusi Mental yang diusung Jokowi. Ujian nasional hanya mengukur prestasi peserta didik melalui nilai, bukan perilaku dan sikap.


Penulis: Ihsanuddin
Editor: Inggried Dwi Wedhaswary

Masa Jabatan Kepala Sekolah, Perbub 44/ 2013 Transisi Perbub No 15 /2013


Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bandung menilai Peraturan Bupati (Perbup) nomor 44 tahun 2013 mengenai pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian kepala sekolah (Kasek) tidak bertentangan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 28 tahun 2010.


Hal tersebut ditegaskan Kepala Disdikbud Kabupaten Bandung, Agus Firman di Soreang, Minggu (10/11). Menurutnya, dengan periodesasi dapat memberikan kejelasan dan kepastian hukum bagi para kepala sekolah. "Peraturan dari pusat juga harus melihat karakteristik di daerah. Para kepala sekolah juga kan harus diberi penghargaan atas jasa-jasanya. Jadi Perbup nomor 44 ini sebagai aturan transisi. Jadi hanya berlaku untuk satu tahun," jelasnya.

Peraturan tersebut sebagai masa transisi sebelum Perbup nomor 15 tahun 2013 digunakan pada tahun berikutnya. Dalam pasal 25 disebutkan jika kepala sekolah yang telah melaksanakan tugas lebih dari 12 tahun dianggap telah selesai melaksanakan penugasan atau berhenti menjadi kepala sekolah. "Jadi belum kita gunakan Perbup 15 itu. Sebagai bentuk penghargaan dan sosialisasi kepada kepala sekolah. Untuk Perbup 44 hanya digunakan untuk pertama dan terakhir pada tahun depan," terangnya.

Agus menyebutkan, banyak kepala sekolah di Kabupaten Bandung yang menduduki jabatannya di atas 18 tahun. Bahkan, kata dia, ada tiga orang yang telah menduduki jabatan kepala sekolah sampai 23 tahun. "Nah, dengan adanya peraturan yang jelas bisa memberikan kejelasan kepada para kepala sekolah. Sekarang banyak kepala sekolah yang resah. Sampai kapan mereka menjabat kepala sekolah. Sehingga dalam perbup ini kepala sekolah yang berprestasi akan mendapat penghargaan berupa perpanjangan jabatan. Namun sebelumnya para kepala sekolah ini mendapat penilaian dan evaluasi kinerja selama menjabat," jelasnya.

Jika dalam evaluasi yang dilakukan kinerja kepala sekolah tersebut tidak sesuai kriteria, lanjut Agus, maka kepala sekolah tersebut akan menjadi guru kembali tanpa adanya pemberhentian langsung. dan Perpanjangan jabatan kepala sekolah ini tergantung lamanya masa jabatan. Namun, jika jabatannya antara 8 sampai 10 tahun maka akan diperpanjang satu periode atau empat tahun.

"Kalau masa jabatannya 11 sampai 13 tahun maka diperpanjang tiga tahun, 14 sampai 16 tahun diberi penghargaan dua tahun. Serta masa jabatan 17 tahun ke atas akan diperpanjang satu tahun. Jadi tidak akan diberhentikan langsung. Kami masih memberikan penghargaan atas jasa para kepala sekolah," katanya.

Agus mengatakan, saat ini tim penilai tengah melakukan evaluasi dan penilaian ke sekolah-sekolah. Mulai Senin ini tim penilai akan mulai melakukan penilaian di tingkat SMP. Terkait Periodeisasi, saat ditanyakan ,siapa saja Kepala Sekolah yang akan diganti,dengan santai Agus menjawab bahwa; "Kami masih belum mengetahui formasi kepala sekolah yang diganti termasuk jumlah calon kepala sekolah yang dibutuhkan," pungkasnya. (try)

Editor   :W.Sailan.

UN Tetap Digelar, Penggandaan Naskah Diserahkan ke Daerah


Konvensi Ujian Nasional (UN) yang diselenggarakan selama dua hari 26-27 September 2013 salah satunya menyepakati pelaksanaan UN tahun depan tetap berjalan. Butir-butir hasil rumusan Konvensi UN ini akan dimasukkan ke dalam Prosedur Operasional Standar (POS) UN. 

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim menyampaikan, jika negara ini ingin maju harus ada ujian yang mengukur standar nasional itu sendiri. Karena itu diperlukan ujian yang mengukur kompetensi peserta didik di akhir masa belajar di satuan pendidikan. “Akhirnya kita sepakat untuk tetap tahun depan melaksanakan UN dengan komposisi (UN:Nilai Sekolah) 60:40,” katanya pada penutupan Konvensi UN di Kemdikbud, Jakarta, Jumat (27/09). 

Musliar mengatakan, komposisi untuk menentukan nilai akhir masih sama dengan penyelenggaraan UN pada tahun ini. Pada tahun-tahun ke depan, kata dia, baik nilai ujian sekolah maupun nilai UN, keduanya menentukan kelulusan peserta didik masing-masing dengan komposisi 100 persen. “Saya kira ini langkah luar biasa yang bisa kita sepakati tadi malam dan tadi dipleno,” kata mantan Rektor Unand Padang itu. 

Terkait penggandaan soal juga telah disepakati akan diserahkan ke daerah. Namun, masih akan dibahas apakah berbasis region atau provinsi. Karena bila diserahkan sepenuhnya ke daerah, belum tentu di masing-masing daerah punya percetakan yang mampu mencetak soal untuk daerahnya. Sementara, untuk butir-butir rumusan tentang pengawasan dan pengamanan akan dimasukkan ke dalam POS. Sebelum POS itu disahkan akan dimintakan masukan terlebih dahulu kepada dinas pendidikan provinsi. “Misal soal pemindaian dan pengiriman rapor kalau dimasukkan ke dalam rumusan kan terlalu detil. Mungkin itu akan kita akomodasi ketika kita membuat POS,” pungkas Musliar.(Fat/jpnn)

91 Kepala Sekolah Akan Kena Periodeisasi


Periodisasi Kepala Sekolah di Kabupaten Bandung tinggal menunggu petunjuk teknis yang hingga saat ini masih dalam tahap penyusunan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bandung. "Mudah-mudahan pelaksanaan periodisasi kepala sekolah di Kab. Bandung paling cepat akhir tahun ini. Pokoknya, tidak akan lepas dari tahun ini," ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kab. Bandung, Juhana kepada wartawan di Soreang. 

Juhana menuturkan hingga kini, belum ada peno lakan dari para kepala sekolah, terutama kepala sekolah yang sudah menjabat dua periode terhadap rencana periodisasi kepala sekolah.  Namun, dari sisi psikologis banyak kepala sekolah yang menunjukkan penolakan. "Kalau secara teknis dan institusi, tidak ada kepala sekolah yang menolak rencana periodisasi," tuturnya. 

Sedangkan mengenai jumlah kepala sekolah yang terkena periodisasi, totalnya mencapai 91 kepala sekolah. diantaranya untuk Sekolah Dasar (SD) ada sekitar 80 kepala sekolah, Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak enam kepala sekolah, Sekolah Menengah Atas (SMA) ada tiga kepala sekolah, dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dua kepala sekolah. 

Dalam hal ini; kami masih mengkaji berapa jumlah kepala sekolah yang terkena periodisasi tersebut, Tapi, berdasarkan catatan ada sekitar 91 sekolah yang mengalami kekosongan," tambahnya. dan Juhana menyebutkan, untuk posisi Kepsek SD sudah dilakukan testing dan ada sekitar 80 orang yang masuk waiting list. Bahkan testing kepala SMA dan SMK pun sudah dilakukan. "Yang saat ini sedang berlangsung testing adalah untuk Kepsek SMP," tandasnya. 

Sedangkan seleksi ini dilakukan oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP). jadi Disdikbud tidak terlibat dalam testing dan seleksi kepala sekolah yang sudah dilakukan, dan  "Kami hanya menerima pendaftaran dan mengurus administrasi, lalu setelah terkumpul diserahkan pada LPMP untuk dites dan diseleksi," tandasnya pula 

Dijelaskan juga bahwa, yang mendaftar untuk ikut seleksi kepala sekolah banyak dari kalangan guru. Mereka dinilai kinerjanya, kemudian didaftarkan ke Disdikbud untuk dilihat administrasi. Juhana menolak anggapan jika dalam pendaftaran itu ada sejumlah uang yang harus disiapkan oleh para peserta seleksi calon kepala sekolah. "Dana yang keluar dari para calon, hanya sebatas untuk keperluan dirinya sendiri seperti fotokopi berkas maupun untuk keperluan lainnya. Itu cost pribadi," tegasnya.

Terkait dengan banyaknya para Kepala sekolah yang merasa dirugikan dengan adanya Periodeisasi tersebut banyak pula tanggapan dari berbagai elemen pedidikan bahwa para Kepala Sekolah terkena dampak dari aturan ini kiranya tidak perlu resah, mengingat awal mereka juga awal dari seorang guru yang diberi tugas tambahan menjadi kepala sekolah. jadi tidak harus merasa kehilangan jabatan, hanay saja diharapkan pelaksanaan dan pemberlakuan periodeisasi ini harus ditindaklanjuti seadil-adilnya dalam artian tidak tebang pilih.

Editor  W.Sailan

Pelajar Malaysia Kunjungi SMPN 1 Lembang

Sebanyak 16 siswa Sekolah Menengah Kebesaran (SMK) Alor Akar Malaysia mengunjungi kampus SMPN 1 Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin (16/9). Kedatangan pelajar kelas 4 (setara kelas 1 SMA) SMK Alor Akar ini merupakan bagian dari Internationalization Network Programe 2013. "Kedatangan mereka ke sini untuk berbagi pengetahuan di bidang matematika dan kebudayaan," kata Kepala SMPN 1 Lembang, Wawan Kuswandi. 
Menurutnya, kedatangan para pelajar dari Negeri Jiran itu sangat baik untuk kemajuan siswanya. Sebab, siswanya bisa mengetahui cara belajar matematika di negara tetangganya. "Ternyata, metode belajar matematikanya hampir sama," katanya. 

Wawan menambahkan, selain matematika, para pelajar dari kedua sekolah mempertontonkan seni dan kebudayaan negaranya masing-masing. Bagi SMPN 1 Lembang, kunjungan pelajar asing bukan hal yang baru. "Sebelumnya, kami sudah sering mendapat tamu dari luar negeri, termasuk dari Jepang," tuturnya 

Dalam kesempatan itu, Pimpinan rombongan SMK Alor Akar, Johari B. Mohd. Idris menjelaskan, dengan dipilihnya SMPN 1 Lembang dikarenakan kami telah terjalin hubungan melalui lembaga bernama British Comunication. Ia juga mengatakan, bahwa sekolahnya memang diwajibkan untuk mengunjungi sekolah-sekolah di luar Malaysia untuk bertukar ilmu pengetahuan. "Kementerian Pendidikan memang membuat program untuk mengunjungi sekolah-sekolah di luar Malaysia. dengan biaya dari pemerintah. dan Program ini tidak lain untuk saling bertukar ilmu," katanya. 

 Ia mengatakan, salah satu oleh-oleh yang dibawa SMK Alor Akar ke SMPN 1 Lembang adalah beberapa game matematika. Salah satunya tanggram, game membuat bangunan dan hewan dari sebuah kotak dan segitiga. "Kita juga membawa permainan berupa night rider, dan pergerakan langkah kuda di papan catur," tambahnya.

Memang, dikalangan pendidikan Malaysia, keberadaan SMPN 1 Lembang  menjadi Favorite para pelajar dinegara tersebut, selain terjalin hubungan kerjasama ditambah pula berbagai prestasi para siswa yang ada menjadi dominan tujuan para pelajar Malaysia datang kesekolah ini.

Sementara itu, Wawan Kuswandi MMPd dengan rendah hati menuturkan bahwa SMPN 1 Lembang adalah sekolah biasa-biasa saja namun dengan banyak raihan prestasi baik guru maupun dari siswanya maka sekolah ini menjadi sekolah yang luar biasa.

Dalam hal ini kami merasa bersyukur dengan banyak sekolah-sekolah di Malaysia yang datang berkunjung kesini, namun sebaliknya kami juga merasa ada beban tersendiri mengingat dimata mereka kami dinilai menjadi sekolah unggul, sehingga kami terus berupaya menjadi lebih baik. 

Editor  :W.sailan
Sumber Kligalamedia
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. KABAR GRAFIKA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger