Mendikbud Buka LKS di Sabuga Bandung



Bandung --- Keterampilan merupakan ruh dari pendidikan vokasi. Dengan dasar tersebut, ada tiga hal yang perlu disiapkan untuk mengembangkan keterampilan. Demikian disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, saat membuka Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
), di Sasana Budaya Ganesa, Bandung, Senin (18/06).


“Tiga hal tersebut adalah Kemampuan teknis, kemampuan komunikasi, dan kemampuan berwirausaha,” katanya dihadapan peserta LKS SMK, Senin (18/06). Kemampuan teknis, terang Mendikbud, perlu dukungan laboratorium dan lapangan untuk peragaan dan pameran. Untuk itu pengadaan lab di SMK menjadi program utama. “Tanpa lab, SMK seperti banci,” tuturnya.

Untuk pengadaan lab itu pula, kata Mendikbud, SMK bisa bekerja sama dengan industri, perguruan tinggi/politeknik, atau diadakan sendiri oleh SMK yang telah mampu. “Hasil dari SMK bisa didistribusikan kepada SMK lainnya,” katanya. Jika SMK bisa membuat sendiri alat-alat laboratoriumnya, maka akan menjadi lingkaran positif. “Daripada beli di luar mahal-mahal, mending buat sendiri. Terlebih kalau dikembangkan di SMK, maka dengan sendirinya unit industry di SMK tersebut akan jalan,” katanya.

Dari segi kemampuan komunikasi, Mendikbud menekankan pada penguasaan bahasa, baik bahasa Indonesia maupun bahasa asing, sekaligus etika berkomunikasi. Sedangkan untuk kemampuan berwirausaha, Mendikbud berharap agar siswa siswi SMK menjadi generasi pemungkin. Tidak hanya itu, tapi bisa menjadi generasi yang mampu menciptakan generasi pemungkin berikutnya. “Anak-anak tidak harus semua menjadi pegawai, mereka diharapkan menjadi enterpreneur, untuk itu (ilmu entrepreneur) harus dimasukkan dalam kurikulum SMK,” katanya. (AR)