Sriwijaya FC Rebut Tropy Perang Bintang

Palembang (ANTARA News) - Sriwijaya Football Club menyempurnakan koleksi piala menjadi sembilan buah setelah merebut gelar "Perang Bintang" musim kompetisi 2011-2012 dengan mengalahkan Tim All Star di Palembang, Minggu malam.
Laskar Wong Kito memenangkan pertandingan itu melalui adu penalti yang berakhir dengan skor 4-3,di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.

Di awal laga, kedua tim memulai pertandingan absolut itu dengan tempo sedang. Tim All Star membuka peluang pada menit ke-6 melalui tendangan keras pemain Persib, Zulkifli Syukur, namun bola masih dapat dihalau Ferry Rotinsulu. 

Meski belum begitu padu tapi pemain All Star dapat mengimbangi permainan kolektif Sriwijaya FC yang memasang formasi ideal. Gol pembuka diciptakan tim tamu melalui Alberto Goncalves (Persipura) pada menit ke-10 setelah memanfaatkan umpan matang Gustavo Lopez. Striker Mutiara Hitam itu, hanya perlu mengontrol bola dengan dada sebelum merobek jala Laskar Wong Kito. Kedudukan 1-0 untuk Tim All Star.

Berselang satu menit, gelandang Sriwijaya FC M Ridwan mengetarkan pertahanan tim tamu setelah sukses menerapkan skema serangan balik. Namun, aliran bola langsung dipotong Kurnia Mega yang memilih meninggalkan gawang. Enam menit setelah gol lawan, akhirnya Sriwijaya FC menyamakan kedudukan setelah arah sundulan Hilton tak mampu dibaca Kurnia. Kedudukan berubah imbang 1-1. 

Sepanjang pertandingan, kedua tim sama-sama bermain agresif sehingga tidak ada yang tampil mendominasi. Menit 21, kembali Hilton berupaya mencetak gol. Meski menyusur bola hingga masuk gawang, namun Kurnia Meiga sudah lebih dahulu menangkap. Pada pengujung babak, Hilton sempat melayangkan tendangan salto, tapi masih meleceng sehingga hasil imbang bertahan hingga turun minum. 

Memasuki babak kedua Aldo Bareto diganjar kartu merah setelah menjegal Hilton Moreira saat pertandingan babak kedua baru bejalan dua menit. Menit 61, Sriwijaya FC nyaris mencetak gol melalui penyerang andalannya Keith Kayamba Gumbs setelah menerima kiriman bola dari Hilton. Namun, pergerakan Kayamba tidak mengimbangi kecepatan bola kiriman Hilton yang menusuk dari sisi kanan. Pada menit berikutnya, tensi permainan sedikit menurun dan lebih banyak melakukan perebutan bola pada lini tengah. Atep yang dimasukkan menganti Zah Rahan menerobos benteng pertahanan Sriwijaya FC pada menit 86, namun Eka Ramdhani yang menerima umpan silang gagal menjebol gawang setelah bola membentur tiang. 

Hingga pluit tanda usai ditiupkan wasit kedudukan gol tidak berubah sehingga penentuan pemenang melalui adu penalti. Tiga penendang pertama dari masing-masing tim sukses menjebol gawang, Kayamba, Zulkifli Syukur, Ponaryo, Supriyono, Ridwan, Ateb. Kemudian, gelandang Sriwijaya FC gagal menjebol gawang setelah bola membentur tiang, demikian pula dengan Mario Costas, sehingga kedudukan menjadi 3-3. Gol kemenangan Sriwijaya FC ditentukan Supardi, setelah penendang terakhir dari Tim All Star Ricardo Salampessy ditepis Rivky Mokodompit. Skor akhir 4-3 menempatkan Sriwijaya FC sebagai pemenang. 

Pada penyerahan piala juara LSI, PT Liga Indonesia juga menyerahkan anugrah berhadia Rp100 juta bagi Tim Fair Play PSPS Pekan Baru, pencetak gol terbanyak Alberto Goncalves dengan 25 gol, dan pemain terbaik. Keith Kayamba Gumbs. Sriwijaya FC meraih gelar LSI musim ini dengan meraih Rp2,5 miliar, sementara runner up Persipura Jayapura meraih Rp1,5 miliar. 

Sriwijaya Fc menurunkan kiper kiper Ferry Rotinsulu (Risky Mokodomvit/45), pemain belakang ; Supardi, Thierry Gathuessy, Jamie Coyne, Mahyadi Panggabean, pemain tengah ; Lim Joon Sik, Ponaryo Astaman, Firman Utina (Ahmad Jufrianto/83), pemain depan ; M Ridwan, Hilton Moreira (Siswanto/78), Keith Kayamba Gumbs. Pelatih : Kas Hartadi. 

Sementara Tim All Star memasang kiper : Kurnia Meiga (I Made Wirawa/45), pemain belakang ; Zulkifli Syukur, Fabiano (Victor Igbonefo), Hamkah Hamzah (Ricardo/45), Jajang Sukmara (Supriyono/78), pemain tengah ; Gustavo Lopez (Eka Ramdhani), Ahmad Bustomi, Bambang Pamungkas (c) (M Ridhuan/45), Alberto Goncalves (Mario Costas/75), pemain depan ; Aldo Bareto, Zah Rahan (Atep/45). Pelatih ; Moroslav Janu. (ANT) 

 Editor: Tasrief Tarmizi