M.Elyanto Guru Prestasi Mendidik dengan Hati

Ada yang spesial bagi Muhammad Elyanto pada September ini. Satu hari sebelum ulang tahunnya yang ke-42 yang jatuh 4 September, dia mendapat undangan untuk hadir di Istana Wakil Presiden. Tiga hari setelah ulang tahunnya, Jumat (7/9) profil tentang dirinya ditayangkan di hadapan Ibu Wakil Presiden dan sejumlah pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pria kelahiran 1970 Pemalang Jateng tersebut menangis terharu melihat tayangan film singkat tentang profil guru-guru berdedikasi, termasuk dirinya. 

"Ini merupakan berkah dari Allah, kehadiran saya di dunia pendidikan dengan mengabdikan diri di daerah terpencil mendapat apresiasi dari Pemerintah," ujarnya yang pada kesempatan di Istana Wakil Presiden tersebut mengenakan jas lengkap. 

Film singkat yang ditayangkan di kesempatan tersebut berjudul "Mengabdi Dengan Hati". Muhammad Elyanto mengakui seperti itulah yang selama ini ia kerjakan, mendidik anak-anak daerah terpencil dengan sepenuh hati. Muhammad Elyanto, guru Sekolah Dasar Negeri Padang Jaya, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur Jawa Barat tersebut sudah mengajar selama 19 tahun sejak tahun 1993. Ia lulus Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) IKIP Jakarta pada 1993 dan langsung ditempatkan menjadi guru di tempatnya mengajar sekarang. 

"Saya adalah lulusan gelombang pertama PGSD, dan ditempatkan di Jawa Barat," ujar pria kelahiran Pemalang Jawa Tengah. Ia bangga terpilih sebagai salah satu penerima penghargaan sebagai salah satu guru sekolah dasar berdediksasi di daerah khusus dan guru pendidikan luar biasa / pendidikan khusus berdedikasi tingkat nasional tahun 2012. 

"Sebelumnya tidak terbayang akan bisa masuk istana wakil presiden seperti saat ini," kata Eli, demikian panggilan sehari-harinya dengan senangnya. Selama pengabdiannya, Muhammad Elyanto tidak terlalu menghiraukan bahwa sekolahnya berada di daerah yang jauh keramaian. Ia mengabdi dengan penuh dedikasi agar anak didiknya menjadi menjadi orang yang berguna, menjadi anak-anak yang lebih berhasil dari dirinya. 

Harapannya kedepan Pemerintah bisa mempertahankan apa yang telah dicapai dan lebih memberikan perhatian kepada guru-guru dan tenaga kependidikan di daerah yang terpencil. Untuk rekan-rekan guru di daerah terpencil seperti dirinya, ia berharap jangan terlalu cepat meminta dipindah ke daerah perkotaan. "Mengabdilah dengan ikhlas, jangan buru-buru minta pindah," ujar ayah dua orang anak tersebut dengan sungguh-sungguh. (EH, NW)