Sekolah Akan Memiliki Polisi Siswa

Mengatisipasi terjadinya tawuran antarpelajar yang akhir-akhir ini marak, Polres Bandung bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bandung akan segera membentuk sebuah wadah yang dinamai Polisi Siswa. Rencana itu terungkap saat digelarnya acara Dialog Interaktif Kapolres dan Kepala Disdikbud dengan Pengurus OSIS SMA/SMK se-
Kab. Bandung di Aula SMKN 2 Baleendah, Senin (1/10). Tampil sebagai pembicara Kapolres Bandung AKBP Sandi Nugroho, dan Kepala Disdikbud Kabupaten Bandung Juhana. yang dihadiri sebanyak 600 siswa terdiri dari siswa SMA dan SMK beserta para Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan. 

Dalam paparannya Kapolres mengatakan, peran, fungsi, dan tugas Polisi Siswa adalah membantu menjaga keamanan dan ketertiban baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Bahkan Polisi Siswa juga bisa melakukan razia bila menemukan sesuatu yang dianggap berbahaya. "Memang sambungnya, sudah ada patroli keamanan sekolah (PKS) di setiap sekolah, tapi tugasnya sangat terbatas hanya pada hal-hal yang berkaitan dengan persoalan lalu lintas yang ada disekitar sekolah saja. Sementara Polisi Siswa ini tugasnya lebih universal, dan diharapkan mampu mencegah sesuatu yang tidak diinginkan seperti halnya tawuran antar-pelajar," ungkap Sandi Nugroho. 

Ditambahkannya, untuk mewujudkan Polisi Siswa, Sandi menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan pelatihan. Ia berharap semua sekolah yang ada di wilayah Kab. Bandung pada akhirnya memiliki Polisi Siswa. "Dengan didirikannya Polisi Siswa, minimalnya para siswa bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri," ujarnya. 

Lebih jauh kapolres menambahkan, sebenarnya aksi tawuran antar-pelajar dapat dicegah sejak dini, apabila siswa, guru, kepala sekolah, maupun elemen masyarakat lain yang mengetahui bakal terjadinya tawuran bisa segera melaporkannya secara cepat kepada polisi terdekat. 

Perlu diketahui "Di Polres Bandung ada satuan bina masyarakat (satbimas) yang salah satu fungsinya menjalin komunikasi dengan masyarakat, termasuk di dalamnya pelajar. "Silakan laporan bila mengetahui ada rencana aksi tawuran". Lebih baik mencegah daripada semuanya sudah terjadi. Perlu diingat, polisi itu bukan pemadam kebakaran yang menunggu dulu kejadian baru turun. Padahal sebelum kejadian, sebenarnya bisa diatasi," paparnya. 

Sementara itu Kadisdik Kab. Bandung, Juhana mengatakan, para pelajar yang ada di Kab. Bandung dirasakan relatif lebih santun, sehingga relatif aman dari aksi tawuran. Terciptanya situasi yang kondusif tersebut menunjukan pembinaan yang dilakukan sekolah dan Disdikbud berjalan dengan baik. "Kerja sama antara sekolah dengan polsek di masing-masing kecamatan sudah sejak lama terbina dengan baik, bahkan banyak pihak-pihak sekolah yang sengaja mengundang petugas polsek sebagai pembina upacara. Karena Koordinasi dan kerja sama ini sangat dibutuhkan di dalam mencegah terjadinya aksi tawuran yang akhir-akhir marak di sejumlah daerah," kata Juhana. 

Editor : sailan.