RSUD Majalaya Dilengkapi SMS "SIGAPKU"

Untuk mempercepat pelayanan kesehatan kepada masyarakat, RSUD Majalaya kini tengah mengembangkan fasilitas informasi berupa SMS Gateway Sijari Emas, SMS Gateway Sigapku dan SMS Gateway SIPP. Ketiga fasilitas informasi tersebut, diberikan USAID melalui program EMAS (Expanding Maternal and Newborn Survival). 

"Program Emas ini dilaksanakan oleh afiliasi John Hopkins University, Save The Children RTI, Lembaga Kesehatan Yayasan Budi Kemuliaan dan Muhammadiyah di 6 propinsi, salah satunya Propinsi Jawa Barat",ungkap Direktur RSUD Majalaya dr. Kusmawan Darja, M. Epid pada Peluncuran SMS Gateway di RSUD Majalaya, Selasa (18/12). 


Ketiga SMS tersebut menurut Kusmawan Darja peruntukannya memang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama yaitu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak. "Penggunaan teknologi komunikasi dan informasi ini merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya kematian ibu dan bayi saat melahirkan, disamping cara lain seperti intervensi peningkatan kualitas pelayanan klinik dan penguatan tata kelola",ucap Kusmawan Darja. 

SMS Sijari, dikembangkan untuk tenaga kesehatan khususnya para bidan yang ada di desa, puskesmas atau rumah sakit. Seorang bidan desa bisa segera menggunakan SMS Si jari emas jika di wilayah kerjanya menemukan kasus gawat darurat. SMS ditujukan ke rumah sakit atau puskesmas untuk memastikan kesiapan fasilitas yang dibutuhkan oleh pasien gawat darurat. "Jangan sampai membawa pasien dari desa ke rumah sakit atau puskesmas, sedangkan fasilitasnya tidak tersedia, dengan adanya SMS ini kita akan segera menyediakan fasilitas yang dibutuhkan",ujarnya. 

Khusus bagi masyarakat yang mempunyai keluhan mengenai pelayanan kesehatan bisa mengirimkan uneg-unegnya melalui SMS "Sigapku" (Sistem Informasi Gerbang Kesehatan Publik). SMS Sigapku kata Kusmawan Darja dimanfaatkan untuk menampung keluhan, saran atau penghargaan dari masyarakat atas pelayanan kesehatan yang telah diterima. SMS tersebut bisa dikirim melalui nomor 081 223 331 267 dengan format : saran/keluhan/penghargaan#rsudmajalaya#isi saran/keluhan/penghargaan. 

Diterimanya keluhan, saran maupun penghargaan menurut Kusmawan darja merupakan cermin untuk melihat sampai sejauh mana rumah sakit dalam memberikan pelayanannya kepada masyarakat. "Dari SMS itu, kami akan tahu tingkat kepuasan masyarakat yang menerima pelayanan kami",tuturnya. 

Sementara SMS "SIPP" (Sistem Informasi Penguatan dan Pembelajaran) dikembangkan untuk memberikan pengetahuan bagi tenaga kesehatan khususnya para bidan. Melalui SMS SIPP para bidan akan menerima berbagai pertanyaan mengenai sejumlah kasus yang sering dihadapi para bidan lainnya. SMS ini harus dijawab oleh bidan yang menerima SMS, "Dari situ kita akan tahu pemahaman seorang bidan dalam menghadapi suatu kasus penyakit",kata Kusmawan. 

Sumber : Humas Setda Kabupaten Bandung
Editor   : Wani Sailan