Cita-Cita Sekolah Bertaraf Internasional Dilanjutkan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tengah menyusun formula status pengganti rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh berharap formula tersebut sudah ada sebelum tahun ajaran baru 2013/2014 dimulai tanpa mereduksi sedikit pun cita-cita tentang sekolah bertaraf internasional. 

"Cita-cita untuk memiliki sekolah bertaraf internasional di setiap kabupaten kota tidak boleh dikubur sehingga kita harus memikirkan lagi formula pengganti RSBI," kata Nuh kepada pers.

Mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) ini mengaku, sebenarnya Kemdikbud sudah memiliki gambaran mengenai formula baru sekolah eks-RSBI. Namun, dalam waktu dekat, Kemdikbud akan memanggil para pejabat dinas pendidikan, dewan pendidikan serta pemangku kepentingan pendidikan untuk berdiskusi mengenai formula baru bagi sekolah eks-RSBI. 

Melalui diskusi itu, harapan mengenai mutu dan kualitas sekolah bertaraf internasional tidak boleh gugur karena sudah diamanatkan oleh undang-undang. Oleh karena itu, Nuh kembali menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari sikap hormat Kemdikbud terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tanpa mengindahkan cita-cita tentang pendidikan yang berkualitas. "Kita menghormati dan melaksanakan apa yang telah diputuskan MK tapi bukan berarti kita harus menguburkan cita-cita menciptakan sekolah dengan kualitas yang baik," tandasnya.

Seperti halnya pada berita-berita sebelumnya, bahwa ada tidaknya label RSBI,  tidak membawa pengaruh besar pada kualitas pendidikan. Pasalnya, sekolah yang memiliki status RSBI saat ini umumnya merupakan sekolah-sekolah yang memiliki keunggulan di daerahnya masing-masing. maka pasca pencabutan RSBI ini tidak ada kaitan dengan penurunan mutu pendidikan.

Dan dalam hal ini banyak kalangan mengatakan, bahwa, "Karena umumnya sekolah yang berlabal  RSBI ini adalah sekolah unggulan di tiap daerahnya. Jadi tanpa RSBI saja, kualitas sekolah itu sudah bagus,"

Sebagai contoh diberbagai daerah di Indonesia, kita mulai dari kota Jakarta, sekolah seperti SMA Negeri 68, SMA Negeri 8 dan SMA Negeri 70 memang merupakan sekolah unggulan. Sementara di Yogyakarta ada SMA Negeri 3, SMA Negeri 8 dan SMA Negeri 1.

Kemudian di Bandung dan sekitarnya ada SMA Negeri 3, SMAN 1 Baleendah yang juga merupakan unggulan. "Itu semuanya sudah ngetop sekolahnya. Mau RSBI atau tidak kualitasnya sudah bagus," Maka ada atau tidak label RSBInya, mereka tetap mengutamakan mutu dan kualitas pendidikan di sekolahnya masing-masing.

Saat ini, menurut data yang ada sekitar 1300-an sekolah RSBI tersebar di seluruh Indonesia. Untuk jenjang Sekolah Dasar tercatat sebanyak 239 sekolah, untuk Sekolah Menengah Pertama tercatat 356 sekolah dan sisanya merupakan Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan. 

Editor  : wani sailan