Pungutan UN Subrayon Tercium FGII


Federasi Guru Independen Indonesia mencium dugaan pelanggaran pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2013 untuk SMA/SMK/Sederajat. Pelanggaran yang dimaksud adalah pungutan sebesar Rp15 ribu kepada siswa dengan modus biaya sub rayon. 

"Menurut peraturan BSNP No 0020/P/BSNP/I/2013 tentang Prosedur Operasi Standar UN, tidak boleh ada pungutan untuk pelaksanaan UN. Pada bagian IX huruf B disebutkan biaya penyelenggaraan UN menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah. 

Namun kita menduga di Kota Bandung ada biaya subrayon UN SMA/SMK/Sederajat yang dibebankan kepada siswa sebesar Rp15 ribu," ujar Sekretaris Jenderal FGII, Iwan Hermawan saat ditemui di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Bandung,  

Iwan mengatakan, biaya tersebut sebagai biaya untuk subrayon yang mengelola pendistribusian soal UN. Uangnya dibayarkan kepada bendahara Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) ke setiap wilayah subrayon. "Ironisnya, ada dana sebesar Rp5.000 yang dikembalikan untuk biaya operasional kepala sekolah selama UN. Modus ini kerap terulang setiap tahun, tetapi tidak ada yang mau mengungkap," paparnya.

Terkait isu adanya pungutan untuk sub rayon Ujian Nasional (UN) SMA/Sederajat, Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda berjanji akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung Oji Mahroji. Pihak terkait patut dimintai keterangan untuk mengetahui permasalahan yang sebenarnya di lapangan. "Saya akan panggil kadisdik. UN tidak boleh membebani orangtua siswa, terutama dari keluarga kurang beruntung dari sisi ekonomi," ujar Ayi 

Dia menyatakan, negara sudah seharusnya bertanggung jawab untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Kalau memang terbukti ada sekolah yang memungut uang untuk kepentingan operasional Kepsek (Kepala Sekolah), berarti sudah termasuk pelanggaran. "Tetapi kita tidak akan gegabah karena masih belum jelas duduk persoalanya. Terlebih belum mengantongi bukti bahwa telah terjadi pungli UN untuk sekolah. Jadi orangtua yang mendapat pungli, segera laporkan. Kita siap membantu," tegasnya. 

Oleh: Dery Fitriadi Ginanjar
Editor  :W.Sailan