Siswa Kaya Harusnya Tetap Bayar


Anggota Tim Studi Standar Pembiayan Pendidikan Kota Bandung dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Nanang Pata menilai, adanya pungutan kepada siswa merupakan salah satu solusi sekolah untuk menutupi kekurangan biaya operasional. 

Apalagi selama ini pemerintah masih belum mampu memenuhi semua kebutuhan operasional sekolah. "Jadi sisa kekurangan biaya operasional dibebankan secara pribadi. Tidak salah memang karena dalam undang-undang Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional), pendidikan bukan hanya tanggungjawab pemerintah, tetapi juga masyarakat," ujar Nanang belum lama ini. 

Melihat kondisi sekarang, kata Nanang, seharusnya label sekolah gratis sangat tidak relevan karena komponen lain, seperti baju dan buku, masih ditanggung orangtua siswa. Kalau memang ingin disematkan gratis, pemerintah bisa mengklaim sekolah sekarang bebas Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP). 

"Solusinya, kami mengajak semua komponen untuk sharing berbagai hal sehingga yang kaya tetap bayar. Nantinya bisa subsidi silang untuk menutupi kebutuhan yang miskin," tandasnya.Oleh: Dery Fitriadi Ginanjar [ito]

Editor  :W.Sailan