Tetap Ada Pungutan Karena Besaran BOS Masih Kurang


Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung berencana mengajukan anggaran tambahan untuk biaya operasional siswa (BOS) pada tahun anggaran 2014 nanti. 

Berdasarkan penelitian, dana operasional siswa saat ini masih kurang sehingga sekolah sampai harus memungut dana dari siswa. "Rencananya kami akan mengajukan anggaran tambahan di 2014 mendatang. Kebutuhan untuk sekolah, khususnya tingkat SMA memang besar. Apalagi untuk SMK karena harus melakukan praktek," ujar Kepala Disdik Kota Bandung Oji Mahroji  Sabtu (9/3/2013). 

Berdasarkan hasil penelitian, kata Oji, biaya operasional satu siswa SD mencapai Rp910 ribu per tahun. Kemudian satu siswa SMP sebesar Rp1,625 juta per tahun, siswa SMA Rp4,6 juta per tahun, SMK non teknik Rp5,550 juta per tahun, dan SMK teknik Rp6,5 juta per tahun. 

Sementara untuk sekarang, per siswa SD mendapat bantuan dari APBN sebesar Rp510 ribu per tahun, dari APBD Provinsi Rp25 ribu, dan dari APBD Kota Bandung Rp250 ribu per tahun. Selanjutnya per siswa SMP mendapat bantuan dari APBN Rp710 ribu per tahun, APBD Provinsi Rp127 ribu per tahun, dan APBD Kota Bandung Rp550 ribu per tahun. Untuk siswa SMA mendapat bantuan APBN sebesar Rp1 juta per tahun, APBD Provinsi Rp200 ribu per tahun, dan APBD Kota Bandung untuk SMA Rp1 juta dan SMK Rp1,5 juta. 

"Angka-angka ini masih merupakan hasil penelitian. Untuk pengajuan ke legislatif masih ada kemungkinan untuk tidak disetujui. Jadi masih memungkinkan ada pungutan di lingkungan sekolah," tandasnya. Oleh: Dery Fitriadi Ginanjar

Editor  :W.Sailan