Antisipasi UN Perahu Disiapkan di Daerah Bencana


Wakil Bupati Bandung, Deden R. Rumaji meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bandung menyiapkan ruangan khusus untuk pelaksanaan ujian nasional (UN) di daerah rawan bencana. Bahkan, untuk daerah rawan banjir, Deden mengaku sudah menyiapkan perahu. 

Hal ini sebagai bentuk antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana banjir maupun longsor pada saat UN. "Penyelenggaraan ujian nasional untuk tingkat SMA dan SMK yang dimulai Senin (15/4) Jadi, saya minta Disdikbud segera melaporkan mengenai perkembangan penyelenggaraan ujian nasional di daerah rawan bencana," ujar Deden di Soreang, Jumat (12/4). 

Dikatakannya, penyelenggaraan UN tidak boleh terhalang atau tersendat, sekalipun ada bencana. Jadi, lanjutnya, pemerintah daerah dan dinas terkait harus meyiapkan langkah antisipasi, seperti penyediaan ruangan khusus untuk penyelenggaraan UN. "Bahkan, Pemerintah Kabupaten Bandung sudah menyiapkan sejumlah perahu yang bisa digunakan para peserta maupun petugas ujian nasional apabila di salah satu daerah terjadi banjir," tambahnya. 

Meskipun langkah antisipasi sudah dilakukan, Deden berharap, pada penyelenggaraan ujian nasional, situasi Kabupaten Bandung tetap kondusif dan tidak ada lagi bencana alam. Dengan begitu, katanya, para peserta UN bisa mengikuti ujian dengan tenang. 

Terkait hal ini sesuai dengan keinginan Kepala SMKN 2 Baleendah H.Carma MPd. bahwa sebelumnya ia menginginkan agar pemerintah dapat mempersiapkan berbagai bantuanpada titik yang terkena bencana, namun pihak sekolah juga telah mengantisipasinya dengan cara menitipkan para siswanya yang terkena bencana benjir kerumah-rumah guru terdekat selama mengikuti UN. 

Diketahui para siswa peserta UN yang tempat tinggalnya yang terisolir bencana banjir berjumlah 90 siswa, dan jumlah itu dibagi-bagi untuk diinapkan dirumah beberapa guru yang terdekat dengan sekolah. 

Menurut Carma, ini kita lakukan demi siswa itu sendiri agar dalam menghadapi UN dalam keadaan siap baik jasmani maupun rohani, sehingga dalam melaksanakan UN mereka fokus menghadapinya."ujar Carma. 

Sementara itu, Wakil Bupati juga menyampaikan, bahwa secara teknis, katanya, Kabupaten Bandung sudah siap menggelar penyelenggaraan ujian nasional tingkat SMA/SMK. Bahkan, katanya, hingga kini dirinya pun belum mendapat laporan adanya kebocoran soal UN di Kabupaten Bandung. "Jika sampai ada kebocoran soal ujian nasional di Kabupaten Bandung, maka ada sistem yang salah dan harus diperbaiki," katanya. 

Wakil Bupati pun meminta aparat kepolisian menindak tegas pelaku yang melakukan pembocoran soal UN. "Kita minta pada aparat kepolisian untuk menindak pelaku kebocoran soal, apakah itu kalangan guru, siswa maupun lainnya agar jera," tandasnya.

Editor  : W.Sailan