Info KPR Melalui Jamsostek 2013


Peserta Jamsostek yang akan memperoleh fasilitas kredit perumahan dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama akan memperoleh fasilitas kredit perumahan untuk rumah murah subsidi skema fasilitas likuiditas pembangunan perumahan (FLPP), sedangkan kelompok kedua berupa kredit rumah seharga Rp 200 juta sampai Rp 300 juta, yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anggota. 

Direktur Jamsostek Elvyn G. Masassya di Jakarta (1/4/2013) mengatakan, dari sebanyak 11,7 juta peserta Jamsostek saat ini terdapat 4,5 juta orang peserta yang eligible masuk dalam program kepemilikan rumah dari BTN. 

Elvyn menjelaskan, kriteria peserta Jamsostek yang berhak mendapat uang muka perumahan adalah anggota yang sudah menjadi peserta Jamsostek minimal selama satu tahun dengan uang plafon uang muka Rp 50 juta per peserta. "Bagi peserta yang mengikuti program ini akan dilakukan segmentasi yaitu dari sisi usia, upah minimum provinsi dan lainnya. Sepanjang kepesertaannya sudah lebih dari satu tahun sudah bisa mendapatkan program uang muka," kata Elvyn. 

Namun demikian, ia memastikan, Jamsostek bukan berperilaku sebagai bank. Jamsostek hanya bertindak sebagai penyedia dana uang muka, sementara yang akan mengesekusi adalah Bank BTN. "Uang muka yang diberikan merupakan bagian dari laba Jamsostek yang diberikan kepada peserta Jamsostek dalam bentuk manfaat nonfinansial. Bukan hibah, bukan hak peserta, namun ini bagian dari program Jamsostek memberikan manfaat tambahan kepada pekerja," ujar Elvyn. 

Sebelumnya, dalam siaran pers Humas PT Jamsostek yang diterima Senin (1/4/2013), PT Jamsostek telah menyalurkan Rp 44,7 miliar untuk pinjaman renovasi rumah dan Rp 295,59 miliar untuk pinjaman uang muka perumahan (PUMP) kepada pekerja peserta jaminan sosial. Dana pinjaman tersebut sudah disalurkan melalui Bank BTN. 

Dirut Jamsostek Elvyn G Masassya mengatakan, total dana PUMP yang sudah disalurkan sampai 31 Desember 2012 sebesar Rp 836,16 miliar. Hingga Maret 2013, Jamsostek sudah menyalurkan sekitar Rp 9 miliar kepada 423 pekerja peserta jamsostek. Terkait kerjasama ini, Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menyatakan telah meningkatkan kapasitas penyaluran kreditnya pada 2013 ini menjadi sekitar Rp 100,43 triliun melalui program perumahan Jamsostek. 

Peningkatan itu, menurut Direktur Utama BTN Maryono, melonjak sekitar 28,38 persen dibandingkan realisasi kredit dan pembiayaan perumahan pada 2012 lalu sekitar Rp 81,4 triliun. "Tahun ini (2013) akan ada pertumbuhan penyaluran kredit dan pembiayaan, antara lain membidik program kredit perumahan bagi peserta Jamsostek," tambahnya di sela acara penandatangan nota kesepahaman (MoU) kerja sama antara BTN, Jamsostek, Real Estate Indonesia (REI) dan Asosiasi Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi). (*) 

 Editor : W.Sailan Sumber : Kompas