Peserta UN Khawatirkan Kualitas Kertas Lembar Jawaban UN


Para siswa peserta Ujian Nasional (UN) di Kabupaten Bandung, mengeluhkan buruknya kualitas Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN). Seperti yang terjadi di SMK Wirakarya 1 dan 2 Ciparay, enurut mereka kertas LJUN dinilai sangat tipis dan berbulu saat dipergunakan. 


Salah seorang peserta UN, sebut saja namanya Santi (17) mengaku  khawatir dengan adanya kualitas kertas LJUN yang bermasalah, seperti berbulu, tipis dan gampang rusak. kami khawatir "Takut nggak ke scan nantinya, karena kertasnya mudah bolong, jadi robek dan juga tinta LJUN-nya gampang kehapus," ucap siswi SMK Wirakarya ini, saat ditemui usai mengikuti UN, Senin (15/4). 

Meski khawatir, para siswa lainnya mengaku tidak bisa berbuat banyak. Mereka terpaksa tetap memakai kertas LJUN tersebut. Karena pihak sekolah maupun pengawas ujian pun tidak bisa memberikan jalan keluarnya. "Yah paling kami harus lebih hati-hati saja saat mengerjakannya. Jangan sampai rusak atau robek," ujarnya. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala SMK Wirakarya 1 H.Sugriwana, mengakui jika di hari pertama UN ada kendala buruknya kualitas kertas LJUN. Selain itu, ada pula bercak-bercak tinta di beberapa lembar LJUN. Namun, dirinya mengimbau, para siswa untuk tidak khawatir. pesan saya "Jangan terlalu khawatir, kertasnya berbulu, mungkin saja sering dihapus maka kertasnya jadi berbulu,"ucap Sugriwana.

Mungkin di hari pertama ini mereka sedikit tegang saja," tutur Sugriwana pula, dan pihak sekolah pun, katanya sudah mengkonsultasikan masalah tersebut kepada satuan pendidikan. Hasilnya, mereka memberikan jaminan jika kertas berbulu, bukan masalah serius. 

"Memang tadi ada pengawas yang bertanya kepada kami perihal adanya cacat LJUN, namun setelah kami konsultasikan kepada pengawas satuan pendidikan, itu tidak masalah," tambahnya. Artinya, lanjut Sugriwana, hal tersebut tidak memengaruhi saat diperiksa komputer. Sehingga, para siswa jangan terlalu khawatir apalagi berpikir tidak terdeteksi oleh komputer. Tim pengawas akan melakukan pengecekan ulang secara manual. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten bandung, Juhana menuturkan, kualitas LJUN yang jelek jangan terlalu dikhawatirkan. "Tenang saja. Jangan terlalu dibesar-besarkan. Nanti juga saat pemeriksaan dengan komputer jika tidak terbaca akan diperiksa ulang oleh tim pemeriksa. Jadi tidak masalah," ujar Juhana.

Editor   : W.Sailan