Sekolah dan Berobat Mahal, Pemprov Sumsel Gelontorkan Program Gratis


Meski pelaksanaan program sekolah dan berobat gratis telah dilaksanakan sejak tahun 2008 lalu, awal tahun Alex Noerdin memimpin Sumsel bersama Eddy Yusuf, tapi ada juga warga di pelosok Sumsel yang belum mengetahui alasannya. 

Itu dapat dimaklumi, mengingat program tersebut untuk kali pertama di Indonesia dan membutuhkan keberanian untuk melaksanakannya. Tak hanya warga Sumsel yang kagum akan program Pemprov Sumsel yang dimotori oleh H Alex Noerdin dengan program sekolah dan berobat gratisnya, tapi artis kawakan ibukota macam Tukul Arwana dan rekannya Tarzan dan Eko pun menyatakan hal yang sama. 

Apa latar belakangnya sehingga Alex Noerdin mampu melaksanakannya? Melalui acara yang ditayangkan secara langsung oleh TVRI, melalui program acara “1 Jam Bersama Alex Noerdin dan Tukul Arwana” di Aula RS Mata Prov Sumsel, Jumat (5/4), alasan tersebut pun dibongkar. 

Dengan gocekan dan alunan musik lembut, suasana tampak kian meriah dan tak berharap berakhir dalam 1 jam. Tak hanya keterangan dan paparan Alex Noerdin yang membuat hadirin tertegun, tapi juga kicauan Tukul yang memandu acara menjadikan hadirin tak mampu bergerak dari tempatnya masing-masing. 

"Yang melatarbelakangi program tersebut karena untuk sekolah mahal, uang sekolah mahal, berobat pun demikian juga. Obat mahal, bayar dokter juga mahal, belum lagi biaya operasi dan sebagainya, semuanya juga mahal," aku Alex. 

Dengan alasan itulah, ide brilian pun muncul demi meringankan beban masyarakat Sumsel. Meski ada halangan, tapi terus dijalankan hingga penduduk Sumsel pun merasakan kenyamanan. "Begitu juga dengan pembangunan Rumah Sakit Mata yang merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia lalu di belakangnya ada RS Gigi dan Mulut. Ini semua kita lakukan demi kesejahteraan masyarakat dan gratis buat mereka," cetus Alex. 

"Bagaimana mekanismenya, sulit gak Pak Alex?" tanya Tukul. Alex Noerdin menjawab, mekanisme untuk mendapatkan berobat dan sekolah gratis sangat mudah dan praktis. "Untuk sekolah, tinggal daftar ke sekolah dan masuk belajar seperti biasa, sedangkan untuk berobat, hanya membawa KTP tanpa perlu kartu tambahan yang lain, orang tersebut sudah mendapatkan pengobatan secara gratis," jelas Alex. 

Tapi sebenarnya apa tujuan penerapan program ini?, tanya Tarzan. "Program-program itulah yang saat ini dan yang akan amat dibutuhkan masyarakat Sumsel. Contohnya, jika ada anak seorang tukang becak. Dia ingin mengubah masa depan dan mengangkat derajat serta nasib orangtuanya, mau tidak mau harus dengan cara sekolah. Selain itu, untuk cerdas maka si anak juga harus selalu sehat, karenanya kita perhatikan juga kesehatannya. Semuanya jelas membutuhkan biaya, maka itulah biar masyarakat dapat merasakan pendidikan serta selalu sehat harus ada namanya program gratis hingga warga Sumsel sejahtera. Dan inilah yang dibutuhkan masyarakat Indonesia, khususnya Sumsel," tutur Alex. 

Lalu bagaimana dengan pengangguran?, tanya Eko. "Solusinya dengan sebuah investasi. Yakni, kita selalu menjaga kondisi dan keamanan di Sumsel ini, agar para investor banyak melirik dan membangun investasinya sehingga program menyikapi akan pengangguran cepat teratasi. Karena itu saya berharap kepada seluruh warga Sumsel, mari kita bersama-sama menjaga dan membangun Sumsel ini," tandas Gubernur. 

Dalam kesempatan selanjutnya, demi membuktikan keberhasilan program gratis selama ini, Eko dan Tarzan langsung bertanya ke hadirin. Dan Kusmaja (49) warga Km 8 yang pernah dioperasi bay past jantung (pencangkokkan pembulu darah jantung) pun dengan lantang menjawab. "Program yang dijalankan Pemprov Sumsel selama ini sudah benar-benar kami rasakan, dan tidak mengalami kesulitan," tegas Kusmaja spontan.  

Begitu pun saat pertanyaan diajukan ke Ririn (20) penyandang cacat yang lumpuh hingga mendapatkan bantuan kursi roda gratis dari Gubernur. "Benar sekali, saya tak kenal sebelumnya dengan Pak Gubernur, tapi saya merasakan bagaimana kearifan dan kebaikan beliau hingga saya diberi kursi roda gratis. Saya doakan Pak Alex dapat memimpin Sumsel lagi," aku Tiren, terharu. 

Lain lagi, Yusma Ningsih (45) yang berdomisili di Sekojo yang kesehariannya sebagai Ibu rumah tangga yang memiliki 8 orang anak. "Berkat adanya sekolah gratis ini, kami sekeluarga sangat terbantu. Dan alhamdulillah ketiga anak saya mendapat fasilitas sekolah gratis di SDN 200, SMPN 29, dan SMAN 7 Palembang. Untuk prosesnya sendiri tidak begitu sulit langsung datang ke sekolah," tukasnya. 

Menjalankan program gratis itu memang diakui amat menguras tenaga dan pikiran. "Tapi kami sekeluarga besar ikhlas, sebab Bapak adalah pemimpin yang amanah. Dia siang malam selalu memikirkan kesejahteraan rakyat, dan kami semua pun ikhlas demi rakyat Sumsel," ujar Ny Eliza Alex Noerdin saat dimintai komentarnya tentang waktu Alex untuk keluarga. (ADVERTORIAL)

Editor  :W.Sailan