Ada 3 Alasan Kemdikbud Tambah Jam Belajar Siswa

Salah satu bentuk konsekuensi penerapan kurikulum 2013 adalah penambahan jam belajar bagi siswa. Dari semula 26 jam per minggu menjadi 30-32 jam per minggu.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Mohammad Nuh, penambahan jam belajar selama 4-6 jam per minggu itu bukan tanpa alasan. Dia menilai, setidaknya ada tiga fenomena yang melatarbelakangi penambahan jam belajar tersebut.

"Rata-rata lama sekolah di Indonesia adalah 6.300 jam per tahun. Sementara rata-rata lama sekolah di negara OECD 7 ribu jam. Sehingga rata-rata lama sekolah kita kalah dengan negara OECD dan negara lain," ujar M Nuh selepas pembukaan pemilihan Pendidik dan Tenaga Pendidik Nasional Berprestasi di Hotel Sahid, Sudirman, Rabu (13/8/2014).

Alasan kedua, kata M Nuh, adalah fenomena sekolah full day. Dia menyebut, dalam sekolah full day, aktivitas yang dilakukan siswa lebih jelas, terarah, dan terkontrol.

"Dari berbagai studi, sekolah full day menghasilkan anak-anak dengan kualitas relatif lebih bagus dibandingkan sekolah half day atau part day. Karena selama di sekolah kegiatan mereka terkontrol," ungkapnya.

Selanjutnya, alasan ketiga adalah fenomena sosial, yakni semakin banyak orangtua tidak di rumah dan membuat anak berada tanpa pengawasan. Keberadaan mereka di sekolah untuk waktu yang lebih panjang, tambah M Nuh, akan menghasilkan kegiatan yang positif.

"Semakin lama anak berada di sekolah, maka dia dapat virus positif lebih banyak. Dibandingkan dengan kegiatan di luar sekolah yang tidak dapat dikontrol oleh orangtua maupun sekolah," imbuh mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu. (faj)