Baru Dilantik ,Anggota Dewan Berangkat Study Banding


Beralasan studi banding ke DPRD lain yang telah membentuk alat kelengkapan, sebanyak 25 anggota DPRD yang juga Panitia Khusus (Pansus) Tata Tertib, pelesiran ke Yogyakarta.


Para wakil rakyat yang baru dilantik itu berangkat hari ini, Kamis (11/9/2014). Rencananya, mereka akan berada di Jogja selama tiga hari.

"Benar mereka studi banding ke Jogja. Dalam rangka pansus penyusunan tatib DPRD," kata Kepala Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung, Abdulah Amin, Kamis (11/9/2014).

Dikatakan Amin, ke 25 anggota DPRD ini dijadwalkan melakukan studi banding hari ini dan besok. Mengenai daerah tujuan, menurutnya hal itu diputuskan oleh anggota dewan. Pihak Sekwan pun mengaku tidak mengetahui daerah tujuan studi banding tersebut.

"Kalau daerah tujuannya saya juga kurang tahu. Tapi yang pasti ke Jogja," ujarnya.

Pelesiran 25 orang DPRD ini ditanggapi nyinyir oleh Ketua Bidang Advokasi dan Hukum Forum Diskusi Anggaran (FDA) Kabupaten Bandung, Deni Abdulah. Menurutnya kegiatan studi banding alat kelengkapan DPRD itu sangat mengada-ada.

"Geopolitik DPRD Kabupaten Bandung dan derah lain tentunya berbeda, sesuai dengan kepentingan fraksi partai politik dan juga kebutuhan masyarakatnya. Kenapa tidak mengundang ahli dan pakar saja ke sini. Toh di Jogjakarta juga belum tentu mereka sudah selesai bikin tatib," kata Deni.

Deni melanjutkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, para anggota dewan yang baru atau bukan petahana, sebelumnya tidak mengetahui rencana kunjungan ini. Tiba-tiba saja, mereka disodorkan jadwal dan perubahan jadwal kegiatan yang ada.

"Ini pasti setting dari orang lama atau dari Sekwan, dan ada upaya permainan dari biro perjalanan wisata yang kongkalikong. Kalau orang baru rasanya tidak akan seperti itu," ujarnya.

Dengan kejadian ini, lanjut dia, tentunya akan menghancurkan nama anggota dewan di mata masyarakat, terutama bagi anggota dewan yang baru. Karena belum apa-apa sudah melakukan kegiatan yang kontra produktif.

"Seharusnya untuk anggota dewan baru, berani mengatakan tidak untuk studi banding yang konyol seperti ini. Kalau tidak, sebaiknya anggota dewan baru itu ikut Bintek cara mengikat tali sepatu, memakai jas dan menyisir rambut saja sekalian," sindirnya.

Deni melanjutkan, jika saja hasil studi banding pansus Tatib ini tidak menghasilkan kualitas yang signifikan, atau bahkan hanya menyalin dari Tatib DPRD Kabupaten Bandung yang telah ada, pansus Tatib tengah mempertontonkan kebodohan kepada rakyatnya sendiri. [hus]