DPRD Dorong Pemkab Biayai Siswa Berprestasi Hingga Pendidikan Tinggi.




DPRD Kabupaten Bandung mengapresiasi keberhasilan Putri Gayatri(15), siswi kelas X SMAN 1 Banjaran yang akan mewakili Indonesia di sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York Amerika Serikat. 
Ke depan diharapkan semakin banyak siswa dari Kabupaten Bandung yang mampu bisa berbicara di tingkat internasional.



Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Yayat Hidayat mengaku bangga dengan prestasi yang ditorehkan oleh Putri Gayatri. Prestasi Putri bukan hanya kebanggaan Kabupaten Bandung saja, melainkan kebanggaan Indonesia.



"Kami sangat bangga atas prestasi yang diraihnya. Dia bisa mewakili Indonesia di forum dunia internasional," kata Yayat, Minggu (13/9/2015).


Yayat melanjutkan, dengan keberhasilan Putri ini harus bisa menjadi pemicu semangat bagi anak-anak muda Kabupaten Bandung lainnya agar bisa berprestasi dan membanggakan dan mengharumkan nama keluarga, daerah dan juga bangsa.


"Keberhasilan anak Banjaran menembus forum internasional itu harus jadi pemicu semangat anak-anak muda Kabupaten Bandung lainnya. Prestasi yang dia raih itu bukan sekadar kebanggan Kabupaten Bandung saja, melainkan Indonesia. Ke depan anak muda di sini harus bisa sejajar dengan Putri," ujarnya.


Namun, kata Yayat, untuk mendorong lahirnya siswa berprestasi, peran serta pemerintah harus lebih maju lagi. Karena, kata dia, untuk melahirkan siswa berprestasi itu harus ditunjang oleh sarana dan prasarana yang memadai. 


Sarana pendidikan dengan fasilitas yang baik, memadai dan juga mendukung kemajuan siswa. Begitu juga dengan prasarana untuk siswa, seperti berbagai bantuan untuk siswa berprestasi harus lebih besar lagi.


Untungnya, lanjut Yayat, sejauh ini keberpihakan Pemkab Bandung terhadap dunia pendidikan tergolong mencukupi. Berbagai bantuan seperti beasiswa prestasi, baik di bidang akademik dan nonakademik tersedia dengan baik oleh pemerintah. 


"Tapi kalau memungkinkan, siswa berprestasi itu bisa dibiayai pendidikannya hingga jenjang kuliah. Dengan dibiayai pendidikannya setinggi mungkin, nantinya siswa ini juga bisa bekerja dan mengabdi serta memajukan daerahnya sendiri. Selain itu, dengan diberikan biaya pendidikan setinggi mungkin, bisa menjadi pemicu semangat buat anak-anak muda lainnya," katanya.


Sebelumnya diberitakan, Putri dalam Sidang Umum PBB tersebut akan merumuskan capaian atau indikator Sustainable Development Goals (SDGs) usai program Millenium Development Goals (MDGs) pada 2015 ini.


Putri memang aktif bersama Save The Children Indonesia mengampanyekan pendidikan bagi penyandang disabilitas di sekolahnya di SMPN 1 Pameungpeuk. Kerja kerasnya ini berbuah manis, sekolahnya itu kini terbuka bagi anak-anak penyandang disabilitas (sekolah inklusi).


Apalagi, upaya yang dilakukan Putri dan Save The Children ini terbantu oleh Peraturan Bupati (Perbup) Bandung, yang mengharuskan semua sekolah menerima siswa dari kalangan penyandang disabilitas. 


Sebelumnya pun Putri telah mengampanyekan hal serupa ke sejumlah kementerian dan DPR. Di hadapan anggota DPR, dia membahas sejumlah permasalahan di Indonesia terkait dengan perumusan SDGs. Termasuk permasalahan dan hak anak penyandang disabilitas.


Terpilih sebagai perwakilan Indonesia, Putri mengaku bangga. Dia berharap upayanya ini bisa mengubah kondisi pendidikan di Indonesia bagi para penyandang disabilitas dan mengurangi angka pernikahan usia muda. [hus]

sumber;inilah Bandung.