Penantian 10 Tahun, Akhirnya Tol Seroja Dilaksanakan Pembangunannya



Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono meresmikan pembangunan Jalan tol Soreang-Pasirkoja (Soroja). Groundbreaking tol Soroja dilaksanakan di sekitar Stadion Si Jalak Harupat Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung, Kamis (10/9/15).

Menteri Basuki Hadimuljono melakukan groundbreaking bersama Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Bupati Bandung Dadang M Naser serta jajarannya. Dengan ditandai raungan sirene, klakson dari sejumlah kendaraan berat.

Pembangunan jalan tol Soroja sepanjang 10,6 kilometer tersebut, menelan anggaran sebesar Rp 1,5 triliun. Proyek ini terbagi dalam 3 sesi serta memiliki 3 interchange yakni Pasirkoja, Margaasih dan Katapang serta memiliki 6 gerbang tol.

Basuki berharap pembangunan tol Soroja bisa meningkatkan pemerataan pembangunan dan perekonomian daerah khususnya wilayah Bandung Selatan. Selama ini perkembangan masih bertumpu di kawasan Bandung utara. Padahal, kawasan Bandung selatan pun memiliki potensi tak kalah untuk dikembangkan.

Pemilihan tempat groundbreaking yang berdekatan dengan Stadion Si Jalak Harupat ini, kata Basuki, karena nantinya keberadaan jalan tol ini akan menghubungkan Kota Bandung dengan venue pelaksanaan PON 2016.

"Nantinya jika telah beroperasi Tol Soroja akan menjadi urat nadi baru, penghubung Kota dan Kabupaten Bandung. Dan tentunya pengembangan ini harus didukung akses penunjang lain dari dan menuju tol Soroja. Sehingga harapan percepatan pengembangan kawasan Bandung Selatan bisa tercapai dengan maksimal,"ujarnya.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, dalam sambutannya mengatakan, pembangunan tol Soroja diharapkan dapat menjadi triger perekonomian. Karena kata dia, meski saat ini perekonomian dunia termasuk Indonesia sedang melemah namun berbagai pembangunan bisa tetap berjalan dengan baik. 

Buktinya, kata dia, di Jabar hampir setiap hari ada groundbreaking berbagai pembangunan, seperti sebentar lagi tol Cisundawu dan lainnya.

"Ini menunjukkan, meskipun saat ini perekonomian dunia termasuk Indonesia sedang melemah. Namun berbagai pembangunan, termasuk pembangunan infrastruktur tetap berjalan dengan baik,"katanya.

Mengenai pembangunan tol Soroja, pria yang akrab disapa Aher ini menyebut memiliki arti spesial bagi ia dan seluruh warga Jabar. Karena selain menghubungkan Kota dan Kabupaten Bandung, juga untuk melancarkan pelaksanaan PON 2016 Jabar. 

Seperti diketahui, Stadion Si Jalak Harupat akan dijadikan tempat pembukaan dan penutupan event olahraga nasional itu.

"Awalnya ada kendala, soalnya penginapan para atlet dan tamu lainnya di Kota Bandung. Sedangkan pembukaan dan penutupan di sini. Tapi sekarang bukan kendala lagi, karena kontraktor menjanjikan bisa selesai September 2016. Jadi bisa digunakan saat pelaksanaan PON 2016 nanti,"ujarnya.

Untuk memercepat pembangunan jalan tol ini, kata Aher, ia meminta instansi terkait, yakni Dinas Bina Marga Provinsi Jabar dan Kabupaten Bandung untuk membantu kelancaran proyek tersebut. 

"Apalagi sudah ada jaminan dari Presiden Jokowi. Untuk menangani pelemahan ekonomi ini, ada jaminan bahwa Aparat Penegak Hukum (APH) tidak akan menjadi suatu ketakutan bagi pemerintah. Baik pemerintah pusat, provinsi dan Kabupaten/kota tidak usah takut selama pekerjaannya dilaksanakan dengan baik dan benar,"ujarnya.

Bahkan, kata dia, Pemerintah Provinsi akan menandatangani kesepakatan (MoU) dengan penegak hukum. Baik Kepolisian, Kejaksaan dan lainnya karena saat ini APH juga menjadi bagian dari proses pembangunan di Indonesia.

"Jadi silakan laksanakan tender berbagai pembangunan secara aman. Jangan ada ketakutan selama dilaksanakan secara benar. Pembangunan akan berjalan lancar tanpa ketakutan,"katanya.

Bupati Bandung Dadang M Naser menambahkan, dengan dimulainya pembangunan jalan tol Soroja ini, ia dan masyarakat Kabupaten Bandung sangat bersyukur. Penantian panjang selama 10 tahun perencanaan, akhirnya terwujud. Jika telah selesai dan dioperasikan, tentunya sangat berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat.

"Setelah penantian 10 tahun ini akhirnya terwujud. Jika telah selesai geliat perekonomian masyarakat tentu semakin bergairah. Salah satunya sektor wisata di Bandung Selatan ini akan menjadi destinasi wisata unggulan, karena akses jadi lebih mudah,"katanya.

Sektor ekonomi lainnya pun, kata Dadang, tentunya akan terdorong dengan keberadaan jalan tol ini. Karena seperti diketahui, di Bandung selatan banyak potensi ekonomi bisa tumbuh lebih baik jika didorong oleh aksebilitas yang baik.

"Contohnya di Kecamatan Kutawaringin ini banyak sentra perekonomian rakyat. Begitu juga di daerah lainnya, seperti Soreang, Banjaran dan lainnya banyak potensi ekonomi yang akan bisa berkembang,"ujarnya.

Soal pengerjaan proyek lanjut Dadang, ia berharap pihak pelaksana proyek bisa menepati janjinya. Yakni 8 bulan pengerjaan.

"Kita awasi bersama proyek pembangunan ini. Termasuk janji bisa menyelesaikannya sesuai jadawal yang dijanjikannya,"katanya.

Soal masih adanyanya 10% lahan yang belum dibebaskan. Kata dia, itu tinggal menyelesaikan masalah administrasi. Termasuk penyelesaian adanya tanah wakaq dan lahan sekolah aset milik Pemkab dan juga tanah sengketa antara ahli waris pemilik.

"Sekarang administrasinya sedang diurus. Untuk pembayarannya dititip di pengadilan. Tapi warga yang belum dibayar ini tidak bisa menaikkan harga jualnya, di atas yang telah ditetapkan oleh tim aprasial. Jadi sudah tidak ada masalah lagi,"ujarnya.

Direktur PT CMLJ Bagus Medi mengatakan, pihaknya menargetkan pembangunan jalan tol tersebut selesai pada September 2016. Ia optimistis jika target tersebut dapat dicapai, karena mendapatkan dukungan dari semua pihak. Terutama dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda). Kata dia, jika telah selesai, pihaknya mengantongi masa konsesi selama 45 tahun sejak mulai dioperasikan.

"Syukur-syukur kalau dalam waktu 1 sampai 2 bulan ke depan lahannya telah 100 persen bebas. Karena memang masing ada 10% lahan yang belum dibebaskan. Nah kalau sudah dibebaskan semua, proyek pengerjaannya bisa digenjot. Sehingga tol ini bisa digunakan untuk kepentingan PON Jabar 2016 nanti," ujarnya.

Bagus melanjutkan, PT CMLJ merupakan badan usaha jalan tol yang dibentuk oleh konsorsium PT Citra Marga Nushapala Persada Tbk, (CMNP), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT Jasa Sarana setelah berhasil memenangkan tender yang ditetapkan berdasarkan surat penetapan pemenang Pelelangan Pengusahaan Jalan Tol Soroja, nomor : KU.03.01-Mn/503 yang ditandatangani Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono tertanggal 25 Juni 2015. [ito]sumber ;Inilah.soreang