Siswa SMKN 2 Cimahi Ciptakan Kompor Charger Handpone.




Di era modern seperti sekarang ini penggunaan gadget menjadi kebutuhan hampir setiap orang. Inilah yang mendasari pemikiran para siswa kelas XI SMKN 2 Kota cimahi, mereka menciptakan sebuah alat yang dinamakan kompor Charger.

Ide menciptakan kompor Charger ini berawal dari pengalaman mereka saat kemping di gunung, saat memerlukan listrik untuk mengisi ulang gadgetnya tak bisa dilakukan. Lalu mereka memiliki gagasan untuk menciptkan sebuah alat multifungsi, salah satu fungsinya untuk mengisi ulang baterai ponsel.

"Gagasannya saat kita kamping di gunung, pasti kesulitan untuk mengisi ulang baterai ponsel. Dan  kesulitan ini pun pasti dirasakan oleh semua orang, makanya kami mencoba membuat alat yang multifungsi ini," kata Adit Sahwara siswa SMKN 2 Kota Cimahi, saat ditemui diacara     Expo Pendidikan Teknologi. (Epitech) X, Pameran Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan se Jabar 2015 di dome Bale Rame Gedong Budaya Sabilulungan, Soreang, Selasa (20/10/15).

Berbekal ilmu pengetahuan  listrik  bisa dihasilkan dari beberapa energi, diputuskan mengubah energi panas menjadi energi listrik. Pengubahan energi panas menjadi listrik, diaplikasikan dalam bentuk kompor. Dalam praktiknya, ada beberapa fungsi dari energi listik yang dihasilkan, yakni untuk memasak, menyalakan lampu LED untuk penerangan dan juga charger ponsel.

Kompor berdimensi 25X25X25 centimeter tersebut, bisa menggunakan beberapa bahan bakar, yakni kayu bakar, arang atau parafin yang dibakar, api digunakan untuk memasak, sementara energi panas diubah menjadi energi listrik mengunakan vertiel.

Desain kompor sendiri hampir sama seperti kompor pada umumnya berbentuk kotak terbuat dari logam, namun untuk memudahkan saat dibawa, pada bagian sisinya dipasang engsel, sehingga kompor bisa dilipat. Pada bagian sisi kompor, tertempel beberapa alat elektronik, yakni vertiel sebagai pengubah energi panas menjadi listrik, alat stabilizer tegangan dan kabel.

Mufti Insani siswa kelas XI SMKN 2 Kota Cimahi menambahkan, prinsip kerja dari kompor charger tersebut adalah mengubah energi panas menjadi listrik dengan menggunakan vertiel.
"Prinsip kerja dari vertiel itu membentuk listrik dari perbedaan suhu diluar dan didalam kompor,"ujarnya.

Agar kompor ini bisa bekerja maksimal,  perbandingan suhu di luar dan di dalam kompor harus berbeda antara 30-70 derajat. Jika. Perbandingannya di bawah 30 derajat atau di atas 70derajat, maka listrik yang dihasilkan tidak akan optimal.

"Dalam kompor Charger yang kami buat, dipasang empat vertiel, setiap vertiel menghasilkan tiga volt jadi total yang dihasilkan 12 volt,"katanya.
Karena voltase untuk Charger kurang dari 12 volt, maka listrik dari vertiel dihubungkan terlebih dulu ke stabilizer sehingga tegangannya bisa dikalibrasi sesuai dengan keinginan, dalam hal ini voltase diubah menjadi 5 volt.

Mufti melanjutkan, proses pembuatan kompor charger sendiri membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Lamanya proses pembuatan dikarenakan vertiel tidak ada di Bandung,sehingga mereka memesannya dari luar kota.

Expo Pendidikan Teknologi. (Epitech) X, Pameran Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan se Jabar 2015 di dome Bale Rame Gedong Budaya Sabilulungan tersebut, diikuti oleh SMK negeri dan swasta se Jawa Barat. 

Tujuannya untuk memperkenalkan berbagai keterampilan siswa-siswi SMK di Jabar dalam berbagai ilmu pengetahuan. Pameran ini juga bertujuan untuk semakin meningkatkan daya saing lulusan SMK di dunia kerja, karena memang lulusan SMK ini dipersiapkan agar dapat dengan mudah diserap pasar kerja.Oleh : Rd Dani Rahmat Nugraha