TANGGUNGJAWAB ADALAH MERUPAKAN KEHARUSAN

Bekerja dengan sungguh-sungguh dalam mengemban jabatan yang dipercayakan menjadi pegangan teguh, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ir Ahmad Hadadi M.Si. Menurutnya, tanggung jawab menjadi sebuah keharusan untuk dapat bekerja dengan baik. Terlebih pendidikan merupakan pondasi utama kemajuan suatu bangsa.

Saat berbincang dengan INILAH, Hadadi mengungkapkan, salah satu tugas prioritasnya saat ini adalah mengawal pelaksanaan alih kelola SMK/SMA dari kota/kabupaten ke provinsi. Meski secara umum pelaksanaan alih kelola ini lancar, namun menurutnya masih banyak hal yang harus disempurnakan. 


"Salah satu tugas utama saya dengan jabatan dan amanah baru ini adalah soal alih kelola SMA/SMK dari kabupaten/kota ke pemerintah provinsi. Mohon doanya semoga saya bisa melaksanakan jabatan baru ini dengan sebaik-baiknya," papar mantan Asisten Daerah Bidang Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Barat ini.


Hadadi menungkapkan, sebagai pejabat baru, ia juga terus melakukan konsolidasi internal untuk bersama menjawab tantangan. "Kami fokus ke depan, segala kesuksesan yang tertunda di tahun 2016, kami jadikan motivasi untuk kita lebih baik lagi. Kami bersama akan menatap tahun 2017 dengan semangat memajukan Pendidikan di Jawa Barat," imbuhnya.


Hadadi menambahkan, kinerja Disdik Jabar di Tahun 2017 ini semakin menantang, mengingat berlakunya alih kelola SMA/SMK (Dikmen) dari Kabupaten/Kota ke Provinsi sesuai dengan amanat Undang-undang No. 23 tahun 2014. Dengan begitu maka sekira 28.000 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dikmen dari Kabupaten/Kota kini dikelola oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.


"Kenapa alih kelola menjadi sebuah prioritas tahun ini, karena alih kelola SMA/SMK dari Kabupaten/Kota ke Provinsi Jawa Barat menjadi penanda Pendidikan di Jawa Barat harus semakin lebih baik. Bahkan, dengan alih kelola ini, SMA dan SMK dapat mencapai kualitas dunia. Dengan demikian, sumber daya manusia Indonesia mampu memenangi setiap persaingan dunia," tambahnya.


Dalam bincang-bincangnya, Hadadi juga mengungkapkan, perhatian pada akses atau keterjangkauan pendidikan dari masyarakat juga menjadi perhatian Disdik Jabar, terutama berkenaan dengan kondisi geografi masyarakat untuk mendapatkan layanan pendidikan terbaik.


"Pendidikan merupakan hak dasar masyarakat. Kami menyadari itu karenanya inovasi-inovasi juga akan kami terus coba kembangkan untuk membangun pendidikan di Jawa Barat, mulai dari penyempurnaan sekolah jarak jauh hingga bantuan pendidikan untuk anak-anak kurang mampu," urainya. (ghiok r)



"Bergaulah dengan Orang Soleh"


BEKERJA Profesional dengan keihklasan dan rasa penuh tanggung jawab menjadi landasan Ir Ahmad Hadadi M.Si dalam menjalani pekerjaan. Pria kelahiran 31 Desember 1961 ini mengaku, sejak memutuskan diri menjadi pegawai negeri sipil (PNS) pesan yang selalu diingatkan kedua orang tuanya adalah menjadi manusia bertanggung jawab serta pandai menjaga diri dengan bergaul bersama orang-orang soleh.


"Ketika saya memutuskan diri menjadi PNS tahun 1987 lalu. Semuanya mengalir begitu saja. Karena buat saya saat itu yang paling aman adalah kita memiliki pekerjaan. Kalau kemudian ternyata atas kekuasaan Allah kita mendapat kepercayaan lebih dengan menduduki sebuah jabatan itu tentu saja sebuah karunia yang perlu dilaksanakan dengan baik," ujar Hadadi yang juga sempat menjabat Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jabar, periode 2008-2010 ini.


Sedikit berbagi, Hadadi mengungkapkan, sebagai pegangan dalam melangkah, sejak lama ia juga senantiasa manut dengan apa yang menjadi pesan orang tuanya untuk selalu hati-hati dalam pergaulan. Bukan tanpa alasan, pergaulan memiliki dampak besar terhadap kehidupan.


"Bergaulah dengan orang-orang baik dan soleh. Pesan itulah yang selalu saya ingat. Apa yang disampaikan kedua orang tua saya memang benar adanya, karena pergaulan atau pertemanan memiliki dampak besar terhadap perkembangan diri," ujarnya.


Lebih lanjut Hadadi menambahkan, selain sebagai pegangan bagi dirinya, pesan-pesan kedua orang tuanya yang memiliki nilai-nilai kebaikan selama ini tak hanya dilakukannya juga ditularkan seperti pesan bagaimana dirinya harus mempelajari dan mengamalkan nilai-nilai kehidupan beragama. 


"Selain pergaulan ada hal lain yang juga sangat penting adalah bagaimana kita bisa memahami pendidikan agama secara benar. Karenanya, salah satu hal yang ingin saya kembangkan saat menjabat sebagai Kadisdik Jabar adalah menularkan semangat pendidikan agama melalui kegiatan ekstra kurikuler," paparnya.


Dikatakan Hadadi, salah satu inovasi yang tengah dicanangkan Disdik Jabar berkaitan dengan pembekalan kepada anak-anak didik adalah untuk menjadikan pendidikan agama sebagai kegiatan ekstra kurikuler utama. Hadadi berharap dengan hal itu, maka diharapkan bekal pendidikan agama terhadap anak-anak akan bisa membentengi prilaku-prilaku menyimpang anak.


Hadadi juga mengaku sangat bersyukur karena saat ini cukup banyak sekolah berbasis pesantren di Jawa Barat. Hal ini menurutnya diharapkan menjadi pembeda dan dapat mendorong bagaimana anak-anak di Jawa Barat bisa tumbuh menjadi generasi cerdas, berahlak mulia, dan menjadi generasi panutan. (ghiok riz)

0 comments:

Posting Komentar